Home AWARDS Ada 123 Bukti Pelanggaran Kode Internasional Oleh Produk Pengganti ASI

Ada 123 Bukti Pelanggaran Kode Internasional Oleh Produk Pengganti ASI

10
0

MARKOMINDONESIA – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) mengadakan Peluncuran Laporan Pelanggaran Kode Internasional Oleh Perusahaan Produk Pengganti ASI Pada Platfrom Digital & Media Sosial di Indonesia Selama Era Pandemic COVID-19, acara ini pun berketepatan dengan perayaan 40 tahun peluncuran Kode Internasional.

Konferensi pers ini dilaksanakan pada Jumat (21/05) secara daring lewat zoom diikuti dengan 100 lebih peserta.

AIMI ini bekerja sama dengan beberapa Lembaga yang memiliki concern yang sama yaitu UNICEF Indonesia, Gerakan Kesehatan Ibu dan Anak (GKIA), dan Ayah ASI. Lembaga tersebut dan AIMI ini membuka platform untuk aduan pelanggaran kode internasional, aduan tersebut dapat dihubungi melalui WhatsApp Bot.

Pada tahun 60-70an terjadi penurunan drastis angka Ibu menyusui di dunia dan meningkatnya angka kematian bayi. Hal itu terjadi karena adanya praktik-praktif promosi yang tidak etis dari produsen makanan bayi.

“Proses lahirnya kode itu pada tahun 1981 kode ini berlaku global tanpa terkecualu. Semua kebijakan nasional termasuk Indonesia yang ditetapkan dalam rangka melindungi menyusui harus merujuk pada kode internasional. Kode ini adalah standar minimal yang direkomendasikan. Kode ini bertujuan untuk melindungi & mempromosikan menyusui dengan memastikan pemasaran dan distribusi produk pengganti ASI yang tepat, ” ujar Ketua Umum AIMI Nia Umar.

Internasional Baby Food Action Network (IBFAN) berdiri pada 12 Oktober 1979. IBFAN ini membantu terbentuknya Kode Internasional Pemasaran Produk Pengganti ASI. Jaringan IBFAN pun sudah berada di 168 negara dan 273 organisasi. IBFAN sudah melakukan laporan pelanggaran kode selama 3 tahun dan bekerja sama dengan LSM di seluruh dunia (termasuk AIMI). Berikut highlight laporan tentang pelanggaran Kode :
– Pelanggaran Kode & regulasi nasional ditemukan di media digital & media sosial (April 2020-2021)
– 9 perusahaan produsen pengganti ASI dan 7 produsen botol dot
– Media Digital : Lokapasar (market place), Laman, Aplikasi, Podcast, dan Webinar
– Media Sosial : Instagram
– Setidaknya ada 123 entries bukti pelanggaran, 16 kategori pelanggaran, dengan 11 Pasal Kode dan 8 Resolusi WHA yang paling sering dilanggar
– Kerjasama perusahaan & pemerintah selama Pandemi
Ditekankan pula oleh WHO dan UNICEF, selama pandemic COVID-19 ini justru legislasi terkait pengawasan kode internasional itu harus diperkuat.

“Kesehatan itu berhubungan dengan produktif bukan hanya kepentingan Kesehatan individu tetapi juga kepentingan Kesehatan kelompok, Kesehatan populasi dan juga Kesehatan seluruh rakyat Indonesia, sayangnya kita kerap kali tidak sadar bahwa yang mengganggu Kesehatan anak, bayi atau ibu itu dari gangguan industry makanan dan seluruh produk makanan bayi” ujar dr. Irma Hidayan.

Karena banyaknya kode pelanggaran yang semakin banyak dilakukan, akhirnya pelanggarankode.org ini membuatkan platform yang dibangun secara kolektif untuk mengidentifikasikan, mengumpulkan dan mengadvokasikan pelanggaran Kode Internasional.

Masyarakat juga kini bisa melaporkan pelanggaran Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI ini melalu  WhatsApp di https://wa.me/6281316548773 .
(MARKOM- Red, Rayhan Amelia, INTERSTUDI, MAGANG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here