Home Ide Kreatif Ambassador vs Ambyarssador, Duel Endorser Lokal vs Global di Iklan Marketplace, Siapa...

Ambassador vs Ambyarssador, Duel Endorser Lokal vs Global di Iklan Marketplace, Siapa Jawaranya?

239
0
Poster Brand Ambyarssador Shopee, Didi Kempot yang berpose seperti BTS/IST

MARKOMINDONESIA – Ketika wacana perang dunia ketiga mengemuka, sebuah fenomena menarik tentang perang strategi promosi antara dua marketplace top yang ada di Indonesia tengah terjadi. Sebuah duel seru terjadi antara tokopedia dan shopee yang sekarang tengah menjadi marketplace ter-hits di sini.

Ceritanya, demi mengimbangi strategi kampanye rivalnya, Tokopedia yang telah terlebih dahulu mendaulat BTS, boyband tenar asal Korea sebagai brand ambassadornya, secara dramatik Shopee justru memilih Didi Kempot sebagai jagoannya.

Berbekal kecerdikan kreativitas yang dimiliki, Shopee menyesuaikan kegayengan dan kesablengan Didi Kempot “The Godfather of broken heart” yang menamakan fans club-nya dengan istilah “sobat ambyar”, dengan menyebut Didi Kempot tidak sebagai Brand Ambassador melainkan Brand Ambyarssador.

Akibatnya istilah itu pun mampu keluar dari paritas, mencuri perhatian dan memancing keingintahuan khalayak yang ada.

Lalu, siapa yang akhirnya mampu memenangkan duel  kampanye kreatif program promosi dua marketplace besar ini?

Terlepas dari impact yang dirasakan dan didapatkan oleh Tokopedia maupun Shopee dari kampanye promo yang mereka lakukan di atas, –yang notabene hanya mereka sendiri yang mengetahuinya, mungkin atas nama konsumem kita bisa mencoba menganalisa duel strategi kampanye di atas secara subyektif.

BTS jelas sedang hits dan digandrungi oleh Kpoper dan milenial Indonesia atau bahkan Kpoper dan milenial dari seluruh dunia. Karena itu peran BTS sebagai brand ambassador Tokopedia, tentunya turut memperkuat awareness Tokopedia di kalangan milenial Indonesia.

Meskipun strata sosial ekonomi dan lifestyle BTS sebenarnya merupakan cerminan kalangan atas, bahkan harga tiket untuk menonton konser mereka juga selangit harganya, namun tak bisa dipungkiri BTS disukai oleh semua kalangan milenial baik dari kalangan bawah hingga atas.

Jadi anggapan bahwa  dengan mendaulat Didi Kempot sebagai brand ambyarssador-nya, Shopee akan memenangi konsumen di pasar menengah bawah dan Toped hanya menang di menengah atas tidaklah benar. Bagi milenials jelas keduanya mampu diterima oleh semua segmen pasar.

Menurut saya di era sosial media yang sangat mondial sekarang, pengklasifikasian lokal, nasional dan internasional sudah tidak begitu krusial lagi. Dengan gampang yang lokal bisa go internasional dan sebaliknya yang global pun juga dengan gampang bisa go lokal. Jadi anggapan bahwa Didi Kempot lebih berpotensi memenangkan konsumen lokal dibandingkan BTS tentunya tidak sepenuhnya benar. Meskipun artis Korea, tapi bisa jadi BTS juga mampu bersaing memenangkan hati konsumen lokal Indonesia melawan Didi Kempot yang istilahnya Akamsi (Anak Kampung Sini).

Keunggulan menyolok yang dimiliki Shopee dalam duel kampanye promo kali ini adalah dari sisi kreativitas yang mereka eksplorasi. Tokopedia maupun Shopee keduanya sama-sama memanfaatkan ketenaran public figure untuk melejitkan popularitas dan awareness mereka. Hanya saja jalan yang dipilih Tokopedia merupakan jalan yang umum atau biasa saja, sedangkan jalan yang dipilih Shopee bisa dibilang unik, berani dan kreatif.

Dan ternyata strategi membuat plesetan Brand Ambassador menjadi Brand Ambyarssador diteruskan Shopee secara militan untuk mengejek pesainganya Tokopedia tersebut. Terakhir yang terbaru dari Shopee dan membuat heboh khalayak yaitu membuat memplesetkan pose BTS dengan Didi Kempot yang berpose persis seperti mereka. Bahkan tak tanggung-tanggung, akronim BTS diplesetkan menjadi bahasa Jawa “Bisa Tuku Saiki”yang artinya “bisa beli sekarang”.  Sekilas ada yang menyebutnya lucu, ada yang menyebutnya plagiat namun ada juga yang menyebutnya cerdas.

Lalu apa kesimpulannya? Semua kembali pada diri kita masing-masing. Lucu, plagiat atau pun cerdas terserah perasaan kita. Kalau kita senang ya monggo menyebut Shopee sebagai pemenangnya kalau tidak ya bebas saja. Bagaimana pun juga kreativitas itu memang bebas dan bahkan tanpa batas kecuali pada norma, aturan dan hukum yang berlaku. Salam kreatif. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here