Home Ide Kreatif Apa Tugas Mahasiswa di Partai Mahasiswa Indonesia? 

Apa Tugas Mahasiswa di Partai Mahasiswa Indonesia? 

20
0

MARKOM — Dunia politik di Indonesia diramaikan dengan kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia. Partai politik ini menjadi perbincangan publik karena sebelumnya mahasiswa cenderung memiliki citra independen, dan lepas dari kepentingan kekuasaan.

Partai Mahasiswa Indonesia berdiri pada 21 Januari 2022, setelah mengubah nama Partai Kristen Indonesia 1945. Partai ini mendapatkan legalitas badan hukum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor M.HH-5.AH.11.01 Tahun 2022 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Kristen Indonesia 1945 menjadi Partai Mahasiswa Indonesia. Dalam Anggan Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, Partai Mahasiswa Indonesia beralamat di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Partai Mahasiswa Indonesia yang diketuai mahasiswa dari BEM Nusantara Eko Pratama memunculkan pro kontra bagi mahasiswa sendiri. Bukan hanya bagi mahasiswa, para elit dan tokoh politik bangsa juga banyak yang pro kontra. Berbagai pertanyaan muncul, darimana biaya partai? Membuat partai tidak mudah dan tidak murah. Siapa donaturnya? Siapa yang ada dibelakangnya? Apa kesepakatan politiknya? . Tentu saja pertanyaan- pertanyaan tersebut akan menjadi pertimbangan nantinya 

Jika Partai Mahasiswa Indonesia dari awal pendiriannya sudah tergantung kepada donator atau pihak penyandang dana, lalu apakah partai ini bisa mandiri tanpa ketergantungan? Jika di awal sudah ada kesepakatan atau kontrak politik, apakah dia bisa berjalan dengan pendiriannya?

Berbagai pertanyaan bisa muncul, beberapa kekhawatiran bisa terjadi, namun partai mahasiswa telah ada dan sudah disahkan Kemenkumham. Apakah mahasiswa yang tugasnya kuliah akan lebih memilih mengurus partai daripada kuliah sebagai tugas utamanya? Atau pengurus Partai Mahasiswa ini bukan dari mahasiswa aktif, tetapi dari orang luar yang bukan mahasiswa atau  mahasiswa yang sudah tamat karena lulus.

Partai mahasiswa didirikan dengan proses yang sangat cepat oleh beberapa mahasiswa tertentu yang bahkan itu tidak mewakili keseluruhan mahasiswa. Sejarah mencatat bahwa mahasiswa itu hanya sebagai agent social control yang dimana mahasiswa selalu berada pada gerakan-gerakan moral dan gerakan -gerakan intelektual. 

Tri Dharma perguruan tinggi itu adalah pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Dimana pengabdian ini bukan terjun langsung kedalam politik praktis tetapi menjadi agent social control, menjadi penyambung lidah antara masyarakat dengan pemerintah atau sebaliknya, menjadi pengawal kebijakan bukan sebagai pembuat kebijakan. Jika memang namanya partai mahasiswa Indonesia berarti anggotanya harus berstatus sebagai mahasiswa aktif . 

Tan malaka pernah mengatakan bahwa idelaisme merupakan kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda, lalu jika mahasiswa masuk ke dunia partai politik, bahkan membuat partai politik yang dimana kita sama sama tahu partai politik itu memiliki orientasi untuk menyalurkan suatu keinginan kekuasaan, maka secara tidak langsung mereka sudah menjadi penghianat penghianat intelektual, karena kekuasaan dan idealisme tidak bisa disatukan  diwaktu yang sama.  

Menjadi mahasiswa bukanlah hal yang main-main. Kata mahasiswa dibentuk dari dua kata yaitu ‘maha’ dan ‘siswa’. Maha artinya besar dan agung, sedangkan siswa berarti seseorang yang sedang menimba ilmu.

Mahasiswa merupakan agent of change suatu bangsa. Jika ada sesuatu yang salah dalam masyarakat, mahasiswa dituntut untuk menggunakan ilmunya agar bisa menuntun masyarakat ke arah yang lebih baik. Tentu hal tersebut akan berbanding terbalik jika mahasiswa terjun langsung kedalam politik praktis. 

Banyak mahasiswa yang menanggapi bahwa ini merupakan suatu gebrakan baru dari mahsiswa Dengan hal itu banyak mahasiswa juga yang berpendapat bahwa parpol itu beriorentasi untuk kekuasaan jadi menurut mereka menyalahi kodrat dari mahasiswa yang seharusnya berada di simpangan jalan sebagai pengamat kekuasaan dan memantau kebijakan.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun yang menilai Partai Mahasiswa merupakan sebuah ancaman berbahaya dan dapat memevah belah mahasiswa jika mahasiswa sudah masuk area politik praktis. 

Partai Mahasiswa Indonesia membuat bingung mahasiswanya itu sendiri. Jika disuruh memilih mana yang akan dipilih oleh mahasiswa? perjuangan lewat BEM atau partai mahasiswa indonesia. Kebingungan ini akan memunculkan opini dan perspektif yang berbeda-beda nantinya. 

Mahasiswa merupakan predikat untuk belajar dan kuliah. Bukan untuk berpolitik praktis. Partai politik merupakan kegiatan politik praktis dengan segala dinamikanya. Sudah layakkah kita membiarkan mahasiswa kita meninggalkan predikat, tugas dan fungsinya untuk belajar dan kuliah untuk membekali dirinya dengan ilmu dan pengetahuan?

Jika ada mahasiswa yang terpilih sebagai anggota partai mahasiswa, lalu apa tugas utama mereka ? Sebagai anggota parpol yang harus mengurus pemerintahan atau belajar untuk masa depan. Hal tersebut tentu saja membuat bingung kita semua.

Kenapa kita tidak tetap membiarkan mahasiswa belajar dan kuliah serta berjuang sesuai dengan hati nuraninya? Kenapa kita memberikan ruang dan peluang kepada mahasiswa berpindah ke ruang politik yang pragmatis? Inilah dilema kehadiran Partai Mahasiswa Indonesia.


OLEH  Riza Fadilah, Mahasiswa S1 Digital Public Relations Telkom University 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here