Home Inovasi Produk AVOW Sarankan Optimalisasi Dynamic Preload sebagai Strategi Akuisisi Pengguna

AVOW Sarankan Optimalisasi Dynamic Preload sebagai Strategi Akuisisi Pengguna

82
0
AVOW, perusahaan teknologi pemasaran yang berbasis di Jerman | IST
AVOW, perusahaan teknologi pemasaran yang berbasis di Jerman | IST

MARKOMINDONESIA – Penetrasi pasar smartphone semakin meningkat pesat. Di tahun 2021, lebih dari 1,53 miliar smartphone terjual di seluruh dunia. OEM Android memberikan kontribusi sebesar 75% dari total pangsa pasar smartphone global dengan 2,8 miliar pengguna aktif dan terus berkembang. Di tengah kejenuhan pasar di mana semua pihak berupaya untuk memaksimalkan manfaat dari kampanye iklan seluler, praktisi pemasaran saat ini mulai mencoba untuk menggunakan platform alternatif yang efektif dengan OEM seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi, yang menguasai 21% dari pangsa pasar smartphone global pada bulan Maret 2022.

Menurut Robert Wildner, CEO dan Co-Founder AVOW, perusahaan teknologi pemasaran yang berbasis di Jerman, perusahaan perlu mengoptimalkan dynamic preload sebagai strategi pemasaran tahun ini, yaitu aplikasi yang diinstal pada smartphone baru dan terjadi saat pengguna mengaktifkan perangkat seluler untuk pertama kalinya.

“Cara yang sangat relevan untuk memperkuat strategi akuisisi pengguna agar dapat unggul dari kompetitor. Dari segi teknis, cara kerjanya adalah mobile OEM seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi dapat mengonfigurasi aplikasi yang akan direkomendasikan di portal Google dan kelompok perangkat yang akan dijangkau dan ditargetkan. Google membuat fungsi instalasi bernama Google Play Auto Install yang secara otomatis mengunduh aplikasi dari Play Store,” tuturnya saat dihubungi baru-baru ini.

Dalam penawaran dynamic preload, unduhan aplikasi seluler dilakukan langsung dari Google Play Store dan dilakukan secara over the air (OTA) di mana Paket Aplikasi Android (APK) diunduh secara otomatis melalui Play Store setelah perangkat terhubung ke jaringan. Ini berbeda dengan preloading lainnya yang ditawarkan oleh perusahaan, di mana pengguna didorong untuk mengunduh APK. Pada akhirnya, pengguna mungkin tidak akan mendapatkan versi terbaru dari preloaded app bahkan setelah melalui proses yang panjang.

“Apabila Anda adalah seorang pengembang aplikasi game yang ingin meluncurkan dan mempromosikan aplikasi Anda secara besar-besaran, Anda dapat unggul karena aplikasi dynamic preload dapat menciptakan peluang besar untuk mendapatkan pengguna baru setiap kali smartphone diaktivasi. Popularitas aplikasi akan meningkat pada saat yang sama karena akan ditampilkan secara premium.”

Robert mengatakan, karena inovasi berkelanjutan yang dilakukan di industri seluler, praktisi pemasaran cenderung lebih memilih dynamic preload daripada traditional preload. Penayangan iklan melalui traditional preload memiliki unsur ketidakpastian dan menghabiskan banyak waktu hingga aplikasi diluncurkan.

“Saat smartphone dikirimkan ke pemilik perangkat, mereka akan mendapatkan aplikasi versi lama karena beberapa update telah diluncurkan sejak aplikasi tersebut diinstal di smartphone hingga saat pengguna mengaktifkan perangkat dan akhirnya menghapus aplikasi versi lama. Oleh karena itu, para pengiklan tidak dapat melakukan pengukuran dan optimisasi untuk mencapai target akuisisi mereka.”

Menurutnya, dynamic preload merupakan masa depan karena menawarkan salah satu metode paling efektif, eksklusif, dan langsung untuk melakukannya dengan cara yang paling dapat diandalkan.

“Sebab aplikasi Anda diinstalasi terlebih dulu di perangkat sehingga dapat digunakan oleh pengguna, dan akan menjadi aplikasi pilihan utama yang dicari oleh pengguna baru.”

Robert mengatakan bahwa beberapa hal yang perlu diketahui oleh praktisi pemasaran mengenai dynamic preload ini adalah anggaran yang digunakan lebih sedikit untuk mengakuisisi pengguna. Selain itu, waktu yang dibutuhkan antara peluncuran hingga pengguna menemukan aplikasi tersebut jauh lebih singkat.

“Versi terbaru dari aplikasi yang sudah diinstal sebelumnya akan didapatkan oleh pengguna setelah mereka menggunakan smartphone tersebut pertama kalinya,” pungkas Robert. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here