Home CSR Banyak UMKM Belum Siap, Wallstreet Devop Tawarkan Periklanan Digital Gratis

Banyak UMKM Belum Siap, Wallstreet Devop Tawarkan Periklanan Digital Gratis

64
0
Ryan Batchin mengajar kelas online di WDP
Ryan Batchin mengajar kelas online di WDP-Sumber Foto: istimewa

MARKOMINDONESIA – Salah satu sektor yang terdampak pandemi adalah sektor ekonomi, termasuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Seperti yang kita tahu, UMKM berperan penting dalam perekonomian Indonesia.

Tercatat lebih dari 65 juta UMKM yang tersebar di Indonesia dan jumlahnya terus meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi, saat ini penurunan penjualan terbilang cukup tinggi.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Business Development Sevices Indonesia (ABDSI), yakni sebanyak 36,7 persen UMKM tidak ada penjualan akibat pandemi dan sebanyak 26,6 persen UMKM penjualannya turun lebih dari 60 persen.

Salah satu penyebab penurunan penjualan tersebut adalah perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Saat ini konsumen mulai beralih dari pembelian offline ke online.
Sejak pandemi, transformasi digital di Indonesia bergerak cepat, sedangkan masih banyak UMKM yang belum siap beradaptasi dengan dunia digital.

Didasari dari permasalahan tersebut, Wallstreet Devop perusahaan rintisan yang bergerak dibidang edukasi sejak tahun 2019 memberikan solusi, yaitu layanan digital gratis dalam bentuk periklanan dan konsultasi pemasaran digital untuk para pelaku UMKM.

“Kami ingin meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat memenuhi kebutuhan industri saat ini. Dengan adanya layanan periklanan digital gratis ini kami ingin mengajak para pelaku UMKM untuk meng-upgrade skill mereka dalam dunia digital. Harapannya UMKM atau perusahaan startup dapat memanfaatkan layanan ini sehingga UMKM dapat bersaing dan bertahan di tengah krisis pandemi ataupun setelah pandemik” kata Suaidi Salim sebagai Managing Director di Wallstreet Devop.

Konsultasi pemasaran ini dijalankan sepenuhnya oleh para alumni dari Program Sertifikasi Wallstreet Devop dan University of Oxford di bidang Digital Marketing. Hal ini juga dapat menambahkan pengalaman portofolio peserta sekaligus mengembangkan UMKM dalam bidang digital.

“Kendala saat ini terlebih saat pandemi lebih kepada strategi marketing ya, dari pola konten instagram seperti apa, sampai cara memasarkannya masih bingung. Sejak awal tahu ada program ini, benar-benar sangat membantu, enggak cuman belajar tapi dibimbing sampai bisa mendatangkan penjualan yang signifikan,” ujar Dinda Fatia, pelaku usaha skin care online dan makanan olahan ikan cakalang di Ciputat.

Wallstreet Devop akan menjadi salah satu platform edukasi pertama di Indonesia yang siap mentransformasikan pendidikan di Indonesia bekerjasama dengan seluruh pakar dari Perusahaan Multinasional dan Decacorn Tech Company dengan melatih dan menerjunkan seluruh talent langsung ke lapangan agar mereka dapat menciptakan portofolio terbaiknya.|WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here