Home B2B Di Tengah Ancaman Krisis Karena Pandemi, Grup Modalku Peroleh Komitmen Pendanaan Seri...

Di Tengah Ancaman Krisis Karena Pandemi, Grup Modalku Peroleh Komitmen Pendanaan Seri C Sebesar USD 40 Juta

26
0
Co-Founder & COO Modalku – Iwan Kurniawan, Co-Founder & CEO Modalku – Reynold Wijaya, Head of Micro Business Modalku – Sigit Aryo Tejo/IST

MARKOMINDONESIA – Grup Modalku telah memperoleh komitmen pembelian Seri C sebesar USD40 juta (atau sekitar 625 miliar rupiah) dari investor-investor lanjutan yang telah bergabung serta investor baru yang belum dapat diumumkan untuk sekarang. Dana ini akan digunakan untuk merealisasikan visi Modalku dalam meningkatkan inklusi keuangan di Asia Tenggara dan juga menciptakan peningkatan positif untuk pengembangan di Indonesia, khususnya dengan meningkatkan lebih banyak UMKM.

Grup Modalku telah menyalurkan pinjaman lebih dari Rp14 Triliun untuk UMKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Modalku di Indonesia sendiri menyumbang kira-kira 60% dari total penyaluran pinjaman. Sebelumnya, Modalku telah berhasil memenangkan Seri B pada tahun 2018, menerima USD 25 juta yang didukung oleh SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures, dan Golden Gate Ventures.

Co-Founder & CEO Modalku, Reynold Wijaya, mengatakan, “Di tengah pandemi global ini, kami sangat bersyukur mendapatkan kepercayaan dari para investor untuk mengembangkan perusahaan. Sebelumnya kami juga menawarkan untuk dapat bekerja sama dengan beberapa perusahaan serta ternama, seperti bank BCA dan BPJS Kesehatan. Pendanaan ini berarti akan mendukung strategi perusahaan dan menjadi pendukung bagi kami untuk tetap mendukung UMKM dalam bertumbuh prioritas di masa depan seperti sekarang ini. ”

Seperti diketahui bersama, kondisi COVID-19 telah menyebabkan beberapa sektor bisnis UMKM ikut terkena dampaknya, termasuk beberapa UMKM yang menjadi peminjam di Modalku. Salah satu pengalokasian pendanaan ini akan digunakan untuk mendukung UMKM yang saat ini terdampak COVID-19 melalui opsi restrukturisasi serta meningkatkan inovasi ke sektor-sektor yang sedang membutuhkan, seperti sektor kesehatan.

Modalku telah menerapkan dua pendekatan dalam menerapkan restrukturisasi, yaitu proaktif dimana Modalku menawarkan skema restrukturisasi kredit sesuai dengan kondisi performa bisnis UMKM secara berkala, dan kolaboratif, dimana Modalku mengakomodasi skema pembayaran yang diajukan peminjam. Perdagangan eceran menjadi sektor bisnis yang cukup terkena dampak COVID-19. Namun sampai saat ini, masih kurang dari 1% peminjam aktif di Modalku yang mengajukan restrukturisasi.

Pendanaan Seri C ini juga turut mendukung Modalku untuk terus berinovasi dalam meningkatkan user experience dan manfaat dari pengguna Modalku, baik dari sisi peminjam maupun pemberi pinjaman. Sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan terutama di kondisi ini, Modalku secara aktif mengkomunikasikan penyesuaian yang dilakukan terhadap pinjaman yang didanai oleh pemberi pinjaman tertentu. Penyesuaian tersebut akan berpengaruh terhadap portofolio pemberi pinjaman, seperti waktu dan jumlah pinjaman yang akan dikembalikan. Modalku akan berusaha mengambil langkah-langkah solutif agar pemberi pinjaman terhindar dari dampak COVID-19.

Pada kondisi ini, Modalku masih menunjukkan portofolio yang cukup baik, dimana tingkat gagal bayar (NPL) Modalku di Indonesia berada di angka 0,8% dari jumlah penyaluran pinjaman di Indonesia. Co-Founder & COO Modalku, Iwan Kurniawan, mengatakan “Tingkat NPL Modalku di Indonesia masih bisa dikendalikan karena di kondisi ini pun masih terdapat sektor bisnis yang bisa bertumbuh dan membutuhkan pendanaan. Kami sangat bersyukur masih menjadi perusahaan financial technology (fintech) terpilih bagi para UMKM di Asia Tenggara, khususnya Indonesia. UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan Modalku berkomitmen untuk mendukung UMKM dalam mengatasi masa yang sulit ini. Kami akan terus memantau kondisi ekonomi Indonesia dan global agar pendanaan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal sesuai visi Modalku.”

Modalku menyediakan layanan pinjaman peer-to-peer (P2P), di mana peminjam (UMKM yang disetujui) dapat memperoleh pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau individu yang mencari investasi alternatif) melalui pasar digital . Selain di Indonesia, Modalku juga beroperasi di Singapura dan Malaysia dengan nama Lembaga Pendanaan WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here