Home EKONOMI KREATIF Film Pendek Puisi yang Pedih, Sosialisasikan Fitur Bantuan Covid-19 Antar Komunitas di...

Film Pendek Puisi yang Pedih, Sosialisasikan Fitur Bantuan Covid-19 Antar Komunitas di Facebook

126
0
Cuplikan sebuah frame film "Never Lost"/IST

MARKOMINDONESIA – Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg (31/3/2020) telah memposting sebuah film pendek yangberisi puisi bernuansa pedih dengan tajuk “Never Lost”. Film ini menyatukan adegan-adegan yang bergerak dari fenomena dunia yang seperti hancur tetapi nyatanya tidak hancur selama epidemi, dipandu dengan narasi sendu yang berisi kata-kata puitis yang sangat menyentuh hati yang diucapkan oleh penyair Inggris Kate Tempest.

Film ini dibuat oleh Droga5 yang bekerja sama dengan tim pemasaran Facebook. Sebuah karya film pendek yang memadukan antara kesedihan dan harapan — bersama visual kelabu tentang jalan-jalan sepi dan ruang publik yang hampa, kita melihat gambar orang-orang yang terus menempa — seorang dokter yang wajahnya memar oleh tanda topeng APD yang selalu dikenakannnya, seorang paramedis membungkuk di belakang ambulans dan tenaga medis yang kelelahan, mengambil waktu istirahat dan menghibur diri dengan menari ringan selama shift mereka.

Ada juga saat-saat yang memilukan: pasien yang menderita sendirian di ranjang rumah sakit, orang yang dicintai yang dipisahkan oleh ranjang — atau kaca isolasi. Tetapi semuanya tidak hilang. Seperti yang harus kita lihat dari sisi positifnya, seperti keluarga dan teman-teman yang terikat hatinya dari jarak jauh dan para musisi memainkan musik dari jendela mereka untuk menghibur massa yang terisolasi.

Visual kota yang sepi dalam film “Never Lost”/IST

Semua hal itu mengikat perasaan semuanya dalam kebersamaan. Suara berat dan penuh semangat  dari penyari Tempest yang membacakan puisinya pada 2019 “People’s Faces” diiringi trek alunan piano yang emosional:

Was that a pivotal historical moment
We just went stumbling past?
Here we are
Dancing in the rumbling dark
So come a little closer
Give me something to grasp
Give me your beautiful, crumbling heart

“We’re never lost if we can find each other,” the end copy reads.

(Kira-kira begini dalam Bahasa Indonesianya:

Apakah itu sebuah momen bersejarah yang sangat penting.
Kita baru saja melewatinya?
Di sini kita
Menari dalam kegaduhan.
Datanglah sedikit lebih dekat.
Beri aku sesuatu untuk dipahami.
Beri aku keindahan hatimu yang hancur

“Kita tidak akan pernah tersesat jika kita dapat menemukan satu sama lain,” akhir pembacaan puisi.)

Film ini terdiri dari konten rekaman visual nyata, baik yang dibuat oleh masyarakat umum dan foto-foto jurnalistik yang mendokumentasikan dampak pandemi dan upaya di sekitarnya.

Tujuan film ini ternyata adalah untuk memperkenalkan Platform Bantuan Komunitas Facebook di facebook.com/covidsupport di  mana pengguna dapat menawarkan atau meminta bantuan dari tetangga untuk tugas-tugas seperti pengiriman bahan makanan atau distribusi makanan.

Di sana, mereka juga dapat menyumbang atau mengatur penggalangan dana mereka sendiri untuk mendukung upaya bantuan yang ada. Tempat ini akan berjalan di siaran nasional dan lokal serta saluran iklan digital.

Sebelumnya, Facebook dan sejumlah merek lain bekerja sama dengan Dewan Iklan dalam kampanye layanan publik coronavirus federal . Baru-baru ini juga berjanji untuk mengarahkan $ 100 juta  untuk membantu organisasi berita tetap dapat hidup dalam menghadapi dampak ekonomi dari pandemi. |WAW-MARKOM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here