Home KASUS Gagal Tarik Bersih Lemari Maut, IKEA Harus Bayar Rp641 Miliar dan Cemarkan...

Gagal Tarik Bersih Lemari Maut, IKEA Harus Bayar Rp641 Miliar dan Cemarkan Reputasi Mereknya

350
0
Toko IKEA/IST

MARKOMINDONESIA – Untung tak bisa diharap, celaka tak bisa diterka, sebuah lemari Ikea jenis Malm jatuh menimpa leher seorang balita yang baru berusia dua tahun. Lemari tersebut menimpa tubuh sang balita yang tinggal di California tersebut hingga lehernya terluka. Meskipun dicoba ditangani dengan segera, namun ternyata takdir menentukan lain. Jozef Dudek sang balita tersebut meninggal.

Insiden lemari maut yang menimpa bayi Jozef di atas, berawal saat sang ayah menidurkannya pada Mei 2017 lampau. Setelah Jozef terlelap,, sang ayah meninggalkannya di ruangan yang ada lemari IKEA tersebut.

Ilustrasi bahayanya lemari IKEA MALM bagi Balita/IST

Saat kembali beberapa saat untuk mengecek kondisi anaknya, betapa terkejutnya sang ayah mendapati kepala putranya sudah terjepit di antara laci tengah dan laci paling atas lemari IKEA miliknya. Sampai akhirnya upaya penyelamatan gagal dan Jozef pun dinyatakan meninggal akibat sesak napas. Diprediksi Jozef terbangun dan kemudian berjalan menuju lemari rias tiga laci seri Malm IKEA yang berada di ruangan itu dan menarik lacnyai ke arahnya.

Karenanya kedua orang tua, Jozef Dudek yaitu Joleen dan Craig Dudek segera membawa kasus kematian putranya  tersebut ke jalur hukum. Alasannya, mereka ingin agar tragedi yang menimpa sang putra tak terjadi kepada keluarga lain.

Sang pengacara pasangan tersebut, Daniel Mann, seperti yang dikutip National Public Radio, Rabu (8/1/2020) menegaskan bahwa lemari rias keluaran perusahaan furnitur ternama asal Swedia tersebut memang sebenarnya tidak stabil sejak awal. Secara desain dan struktur produk itu sangat berisiko terjungkal bila tidak menempel ke dinding. Ikea pun sebelumnya juga mengakui dan menyatakan produk tersebut memang tidak didesain bisa berdiri tanpa penopang.

Kelemahan tersebut akhirnya terbukti. Pasalnya setidaknya telah ada delapan anak yang telah menjadi korban tewas akibat produk itu. Bahkan Komisi Keamanan Produk Konsumen AS pun telah menarik produk tersebut dari pasaran. Hanya saja, menurut Mann sebenarnya jutaan lemari rias jenis tersebut sudah terlanjur dibeli dan digunakan oleh banyak konsumen lainnya.

Karena itulah sebernarnya sejak 2016, Ikea telah berusaha melakukan penarikan unit produk bermasalah tersebut sebanyak 17,3 juta unit di Amerika Serikat. Hal itu dilakukannya setelah IKEA setelah menerima setidaknya 300 laporan insiden yang menyebabkan 144 cedera pada anak-anak.

Kelalaian yang menjadi kesalahan IKEA pada kasus Jozef tersebut adalah IKEA dinilai lalai untuk memberikan informasi penarikan produk tersebut kepada orang tua Jozef yang bisa meniadakan kemungkinan terjadinya kecelakaan tersebut.

Menanggapi tuntutan tersebut, akhir Desember lalu pihak IKEA pun menyepakati besaran kompensasi yang dituntut oleh keluarga tersebut. Dus IKEA sepakat membayar USD46 juta atau setara Rp641 miliar (kurs Rp13.935 per USD) sebagai kompensasi.

Juru Bicara Ikea juga mengkonfirmasi penyelesaian sebesar USD46 juta tersebut sebagai uang kompensasi memang tidak akan bisa mengembalikan sesuatu yang telah terjadi. IKEA pun menyampaikan permintaan maafnya.

“Meskipun tidak ada penyelesaian yang dapat mengubah peristiwa tragis yang membawa kami ke sini, demi keluarga dan semua yang terlibat, kami bersyukur bahwa litigasi ini telah mencapai resolusi,” ujar juru bicara Ikea dikutip CNN.com, Rabu (8/1/2020).

Inilah IKEA Malm yang ditarik dari pasaran/IST

Atas nama perusahaan, IKEA menyatakan penyesalannya karena keamanan produk yang menjadi prioritas perusahaannya tidak dapat tercapai dengan terjadinya insiden ini terjadi.

“Keamanan produk adalah prioritas utama bagi Ikea dan merupakan inti dari proses desain setiap hari. Sekali lagi, kami menawarkan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga,” ujar juru bicara Ikea menyatakan keprihatinanya.

Kasus IKEA ini setidaknya memberikan pelajaran bagi kita bahwa kesalahan produksi harus ditangani dengan cepat. Kelambatan atau ketidakbersihan dalam menarik produk yang bermasalah bisa memunculkan masalah lain yang lebih besar, sekaligus membahayakan reputasi merek yang sudah dibangun sekian lama. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here