Home CSR Gradana Jadi Perwakilan Fintech Satu-satunya Pada Habitat For Humanity’s Sheltertech Asia Tenggara...

Gradana Jadi Perwakilan Fintech Satu-satunya Pada Habitat For Humanity’s Sheltertech Asia Tenggara 2020

125
0
Angela Oetama/IST

MARKOMINDONESIA – Startup platform P2P lending pembiayaan properti Gradana diumumkan berhasil masuk sebagai salah satu finalis yang terpilih pada ajang program ShelterTech Asia Tenggara 2020 diselenggarakan oleh Habitat for Humanity bersama dengan Villgro Philippines pada tanggal 02 Desember 2020.

Gradana terpilih dari lebih 100 perusahaan startup yang mendaftakan diri berasal dari berbagai negara di Asia Tenggara setelah melalui seleksi penjurian ketat. Sebagai salah satu perusahaan startup terpilih dari Indonesia dan satu-satunya perusahaan Fintech dari 10 startup yang berhasil masuk ketahap Innovation Accelerator, Gradana berkomitmen untuk memberikan inovasi-inovasi global yang diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Asia Tenggara, sesuai dengan misi dari program Sheltertech yang diselenggarakan oleh Habitat for Humanity itu sendiri .

Selain di Asia Tenggara, program ini sudah diadakan di beberapa negara lain seperti di Kenya, Meksiko dan India, yang dukung oleh Habitat’s Terwilliger Center for Innovation in Shelter dan juga para rekanannya. ShelterTech memiliki misi untuk dapat memberikan akses bagi para perusahan startup dengan para pemangku kepentingan lain yang tergabung dalam ekosistem serta memiliki passion yang sama dalam menyediakan solusi bagi kebutuhan tempat tinggal yang terjangkau seperti investor, pemerintah, lembaga keuangan, perusahaan-perusahaan serta tenaga ahli sebagai mentors.

Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2019 menyebutkan bahwa 43,49% keluarga di Indonesia tidak memiliki akses untuk memiliki hunian yang layak, dan menurut Kementrian PUPR sejumlah 13.5 juta keluarga belum memiliki hunian. Hal tersebut disebabkan oleh pertumbuhan populasi yang tidak sejalan dengan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan hunian. Ketidakmampuan tersebut menyebabkan terjadinya backlog yang cukup besar dimana terdapat 13,5 juta unit hunian, namun kurang dari 25% dari total populasi yang mampu membelinya.

Kesenjangan ini terjadi karena kurangnya akses finansial yang memadai, terlebih hampir 60% masyarakat Indonesia bekerja pada sektor informal. Padahal setiap tahunnya kebutuhan akan hunian yang layak terus bertambah sebanyak 800 ribu unit. Gradana percaya semua orang berhak mendapatkan akses untuk hunian yang layak, disinilah Gradana hadir menjembatani kesejangan tersebut, dimana Gradana dapat menjadi alternatif pendanaan bagi masyarakat Indonesia untuk memiliki hunian layak.

“Gradana telah berhasil menjawab tantangan industri properti dengan menghadirkan alternatif pembiayaan properti dimana Gradana menjembatani kebutuhan pembiayaan ini dengan menggandeng masyarakat dan lembaga keuangan lainnya dengan bergabung sebagai pendana dan memberikan pembiayaan dengan metode P2P lending,” ujar Co-Founder Gradana Angela Oetama.

Saat ini Gradana telah memiliki beberapa produk, di antaranya GraDP, Grastrata, GraSewa, GraRenov dan Grakarya,. Semuanya dikembangkan untuk membuat properti lebih terjangkau bagi masyarakat baik dari sisi pembiayaan untuk pembelian, talangan sewa, maupun renovasi properti dan juga pembiayaan modal kerja jangka pendek bagi para vendor/pengusaha yang berhubungan dengan properti. Gradana juga bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dalam ekosistem bisnis properti, seperti pengembang, agen, perusahaan interior dan renovasi, investor serta bank; sehingga dapat saling bersinergi dan menjawab kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masing-masing pihak.|WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here