Home Event Activities Ibu Ibukota Awards Kiat Pemda DKI Mengapresiasi Ibu-Ibu Pekerja Humanis dalam Sunyi

Ibu Ibukota Awards Kiat Pemda DKI Mengapresiasi Ibu-Ibu Pekerja Humanis dalam Sunyi

145
0
Penganugerahan Ibu Ibukota Award 2019 kepada 5 Ibu pemenang/IST

MARKOMINDONESIA – Tepat dua hari sebelum perayaaan Hari Ibu pada 22 Desember, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara penganugerahan penghargaan bertajuk “Ibu Ibukota Award” kepada lima perempuan yang berkontribusi pada keharmonisan dan kehumanisan Ibu Kota Jakarta. Pemberian penghargaan berlangsung di Senayan City, Jakarta, Jumat, 20 Desember 2019.

Penyelenggara pergelaran ini adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui empat organisasi yang terdiri dari PKK Jakarta, Dekranasda DKI Jakarta, YKI Jakarta, dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) DKI Jakarta.

Adapun bentuk nyata dari Ibu Ibukota Awards adalah ajang apresiasi bagi sosok perempuan penggerak yang selama ini bekerja dalam sunyi dengan melakukan #AksiHidupBaik. Rangkaian kegiatan ini berlangsung sejak Juni 2019, di antaranya Lomba Menulis dan Konten Kreatif Cerita Ibu Ibukota, Pameran Kerajinan Anak, hingga Pasar RAiA.

“Melalui ajang #IbuIbukotaAwards, kami ingin memberikan apresiasi kepada para perempuan penjaga marwah Jakarta. Selama ini mereka menjadi aktor lokal yang bekerja dalam sunyi, melakukan berbagai gerakan dan kegiatan demi menciptakan Jakarta yang humanis dan harmonis,” ujar Fery Farhati, penggagas ajang Ibu Ibukota Awards 2019.⁣

Fery mengatakan, Ibu Ibukota Awards ini akan digelar di penghujung tahun 2019 dengan memberikan apresiasi kepada sosok-sosok dalam 5 (lima) bidang gerak. “Beberapa ahli dan penggerak yang dirangkul untuk menjadi tim seleksi,” kata Fery Farhati.

Penerima penghargaan ini adalah sebagai berikut.

1. Hadiana (Bidang Pendidikan Orang Tua dan Anak Usia Dini)

Hadiana adalah seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang lihai menyulap bahan bekas sebagai media pembelajaran. Selama tiga puluh tahun mengabdi, Hadiana terus belajar bagaimana mendorong dan melibatkan orang tua dalam proses belajar anak. “Orang tua yang membuat, guru yang menggunakan, murid yang menikmati pelajaran,” menjadi prinsip Hadiana.

2. Hartuti (Bidang Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga)

Hartuti mengajak ibu-ibu harus ikut bergerak dan jangan diam saja, sebab kesejahteraan keluarga terwujud karena hasil kerja bersama. Hartuti menjadi Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga di Pulau Sabira di Kepulauan Seribu dengan mengelola hasil laut yang melimpah jadi sumber ekonomi keluarga.

3. Margareta Sofyana (Bidang Kesehatan)

Margareta Sofyana adalah seorang kader paliatif Yayasan Kanker Indonesia Jakarta yang semangat membantu pasien. Bagi Margareta membantu orang lain itu tidak perlu kaya. Berikan apa yang kita punya. Kalau kita punya semangat, berikan semangat itu agar orang lain merasakan, tergerak dan merasa berharga.

4. Tati Leliana Purba (Bidang Pengembangan Kerajinan)

Tati Leliana Purba ialah seorang perajin yang sekaligus guru keterampilan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 6 Jakarta. Tati ingin anak didiknya mandiri dan produktif selepas lulus nanti. Orang harus membeli produk buatan anak didik saya karena karya tersebut memang berkualitas, bukan karena kasihan.

5. Sere Rohana Napitupulu (Bidang Pelestarian Lingkungan)

Tak muluk-muluk, Sere ingin merawat bumi ini demi masa depan anak dan cucu. Sere aktif menjadi Duta Urban Farming sekaligus penggerak pelestarian lingkungan di kompleks Bumi Malaka Asri, Jakarta Timur.  |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here