Home Inovasi Produk Tingkatkan Layanan Real-Time yang Andal, Isentia Adopsi Teknologi Speech-to-Text Google

Tingkatkan Layanan Real-Time yang Andal, Isentia Adopsi Teknologi Speech-to-Text Google

11
0
isentia | markettrack.id
isentia | markettrack.id

MARKOMINDONESIA – Arus pergerakan cepat di dunia media sosial dan media mainstream menghadirkan tantangan bagi organisasi dalam melacak berita yang muncul dan mempengaruhi reputasi, peluang bisnis, dan tren bagi setiap industri. Menanggapi tuntutan yang semakin canggih tersebut, Isentia, sebagai media intelligence di Asia-Pasifik, mengadopsi teknologi Speech-to-Text dalam kolaborasi dengan Google Cloud.

Melalui Speech-to-Text, Isentia memungkinkan berbagai organisasi dan tim komunikasi dan hubungan media untuk mengelola reputasi dan peluang secara real-time, dengan mengandalkan rangkaian produk dan kapabilitas intelijen media yang didukung AI.

“Pemantauan kami lebih dari sekedar mengelompokan penyebutan brand atau anggota tim eksekutif, tapi juga menyediakan informasi tentang apa yang dikatakan orang terhadap bisnis, industri, atau bahkan interest hampir secara real-time. Hal itu sangat penting karena value yang diperoleh banyak klien kami adalah kemampuan untuk memahami tren atau peristiwa dan merespons dengan cepat, ”kata Paul Russell, Chief Technology Officer Isentia.

Bagaimana cara kerja fitur Speech-to-Text?
Fitur Speech-to-Text mengotomasikan konversi ucapan penyiar atau pembawaacara menjadi dalam bentuk teks. Fitur ini mencocokkan kata-kata dalam transkrip teks dengan konten pemutar video, bahkan saat berita televisi prime time dan acara terkini berlangsung, di mana permintaan pemantauan mencapai sepuluh kali lipat lebih tinggi.

Setelah memproses konten siaran dengan Speech-to-Text, hasil data yang didapat akan dianalisis dan diperkaya melalui berbagai fungsi internal yang dibangun:

  1. Layanan deteksi batas yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi kapan satu berita berakhir dan berikutnya dimulai, mengisolasi item media yang relevan dan memberi klien akses langsung ke segmen berita yang relevan dengan mereka.
  2. Layanan penyaringan iklan yang menggunakan AI untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan dari pemantauan siaran otomatis.
  3. Layanan pemfilteran musik yang menggunakan AI untuk menghapus musik yang diputar sebelum atau setelah banyak item berita yang disiarkan.

Fitur ini juga memungkinkan pengguna untuk melompat dengan cepat ke bagian item media yang ingin mereka lihat. Bahkan jika dalam acara radio talkback langsung menyebutkan klien dengan konteksnegatif, tim dari organisasi tersebut dapat menentukan apakah akan menelepon dan merespons saat itu juga.

Bersama dengan Google Cloud, Isentia menerapkan solusi pemantauan penyiaran TV dan radio baru ini dalam waktu tiga bulan dan berencana untuk mengembangkannya ke bahasa lain, seperti dialek China, Melayu, dan Tagalog.

Transisi Pandemi
Menyajikan layanan media intelligence dalam lingkungan yang dinamis juga membutuhkan kolaborasi erat untuk memastikan semua anggota tim bekerja pada laju yang sama. Isentia mengalihkan tenaga kerjanya ke Google Workspace pada 2019 dan dengan cepat meningkatkan kolaborasi, dan memungkinkan bisnis untuk menavigasi pandemi dengan gangguan minimal pada operasi dan layanan klien. Manfaat ini diperkuat ketika pandemi menyebar, dan Isentia harus mengirim tenaga kerjanya yang
tersebar secara geografis untuk bekerja dari rumah.

“Isentia sangat senang dapat menampilkan peningkatan teknologi berbasis AI kelas dunia bagi klien kami, berkat Google API dan aplikasinya. Teknologi yang menjadi basis penawaran Isentia terus memimpin dalam industri ini. Transisi ke dalam Google Workplace tercapai tepat waktunya dengan sempurna dan mengalami transisi yang mulus. Ini membantu Isentia dengan cepat dan efektif beradaptasi dengan cara kerja yang dibutuhkan untuk berkembang selama pandemi dan membuka peluang baru untuk produktivitas dan kolaborasi,” pungkas James Merritt, Chief Executive Isentia Asia, |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here