Home CSR Ketersediaan APD Menipis, Kopi Kenangan Ajak Pelanggan Bantu Tenaga Medis

Ketersediaan APD Menipis, Kopi Kenangan Ajak Pelanggan Bantu Tenaga Medis

30
0
CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata (kedua kiri) menyerahkan donasi Rp500 juta kepada perwakilan INSEAD Dharma Djojonegoro (kedua kanan). Donasi ini akan disalurkan INSEAD kepada Yayasan Dokter Peduli doctorSHARE yang akan mendistribusikannya menjadi paket APD kepada rumah-rumah sakit daerah terpencil di Indonesia./IST

MARKOMINDONESIA – Di tengah merebaknya wabah COVID-19, para tenaga medis dan tenaga kesehatan tak henti berjuang melawan pandemi ini. Bahkan, sejumlah dokter pun berguguran demi menyelamatkan pasien yang terhindar dari virus tersebut.

Dilansir dari Antara, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencakup hingga 5 April 2020, sebanyak 24 dokter berpulang berdasarkan COVID-19 sehingga Ketua Umum PB IDI, Daeng Mohammad Faqih, meminta penunjuk rumah sakit khusus dan pendistribusian Alat Pelindung Diri (APD) lebih banyak lagi. PB IDI menambahkan, minimalnya membuat APD membuat tenaga medis memakai APD yang substandar, seperti jas hujan, masker bedah biasa dan lain sebagainya.

Berawal dari persetujuan tersebut, Kopi Kenangan melalui gerakan sosial #LindungiPahlawanKenangan menggandeng pelanggan dan masyarakat untuk menggalang kebutuhan paket APD (Alat Pelindung Diri). Lewat gerakan ini, Kopi Kenangan ingin memberi kesempatan serta akses ke masyarakat yang ingin menentang COVID-19. Hanya dengan me-posting ulang satu unggahan Kopi Kenangan di Instagram @ kopikenangan.id, masyarakat bisa ikut menambah kenikmatan 1 jas hazmat. Melalui Gerakan ini, Kopi Kenangan berhasil mengumpulkan 4,874 unggahan dalam 3 hari.

Kopi Kenangan kemudian menggenapkan 4.874 unggahan tersebut menjadi 5.000 paket APD untuk didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan. “Kami berusaha memenuhi kekurangan kebutuhan APD para tenaga medis. Kita tidak ingin garda kesehatan terdepan terkena risiko buruk karena APD tidak mencukupi. Awalnya, kami menyiapkan 1.000 paket APD untuk disalurkan. Berkat simpati dan solidaritas dari masyarakat, jumlah APD yang didistribusikan menjadi lima kali lipat,” tutur CEO Kopi Kenangan Edward Tirtanata.

Untuk mendistribusikan paket APD ini, Kopi Kenangan bekerja sama dengan WeCare, organisasi yang fokus memberikan bantuan kesehatan, terutama untuk wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. WeCare akan menyalurkan bantuan paket APD dari Kopi Kenangan ke lebih dari 500 fasilitas kesehatan di Jabodetabek, Manokwari, Manado, Aceh, NTB dan berbagai daerah lain di Indonesia. Paket APD yang didistribusikan terdiri atas 5.000 Hazmat Suit, 1.500 Masker N95, 1.000 Safety Goggle, 1.000 Safety Boots, 1.000 Glove, dan 1.000 Masker Kepala.

Selain bantuan di atas, Kopi Kenangan juga memberikan donasi senilai Rp500 juta kepada INSEAD yang bekerjasama dengan Yayasan Dokter Peduli doctorSHARE. Nantinya, donasi ini akan disalurkan dalam bentuk paket APD, khusus untuk rumah-rumah sakit yang berada di luar Jakarta.

“Sikap gotong-royong masyarakat Indonesia di masa pandemi COVID-19 benar-benar perlu diapresiasi. Melihat perjuangan tenaga medis yang bekerja siang dan malam dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang semakin menipis setiap harinya, WeCare.id tergerak untuk melakukan pengadaan APD. Kami sangat berterimakasih kepada Kopi Kenangan dan seluruh masyarakat yang telah mendukung usaha kami dengan gerakan ini sehingga berhasil mendonasikan 5.000 APD untuk fasilitas kesehatan,” ujar Communication & Digital Marketing Manager WeCare.id Sarah Ervinda.

Program Lindungi Pahlawan Kenangan merupakan salah satu upaya Kopi Kenangan dalam upaya pandemi COVID-19. Kopi Kenangan yang disetujui untuk mendukung pihak-pihak yang terkait dengan krisis ini, yang lebih mengutamakan tenaga medis dan tenaga kesehatan, karyawan Kopi Kenangan, dan masyarakat yang paling memprihatinkan akibat ekonomi. | WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here