Home Inovasi Produk Khianati Pendiri WhatsApp, Facebook Bersiap Menebar Iklan dan Memanennya?

Khianati Pendiri WhatsApp, Facebook Bersiap Menebar Iklan dan Memanennya?

441
0
Duo pendiri WhatsApp, Brian Acton dan Jan Koum/Copyright©Insights

MARKOMINDONESIA – Menyambut tahun baru 2020 sekarang, perusahaan platform social media WhatsApp sepertinya ingin memberikan kado istimewa bagi dirinya sendiri. Setelah berhasil menjadi aplikasi messaging terbesar penggunanya di dunia, sepertinya WhatsApp ingin memperoleh pemasukan yang lebih signifikan dari situ.

Karena itu, di tahun 2020 sekarang, WhatsApp yang sebelumnya bersih dari iklan, akan mulai diramaikan oleh lalu lalang iklan dalam aplikasi mereka tersebut.

“Ya, sejak berdiri pada tahun 2009, WhatsApp sampai saat ini tidak ada iklan. Tapi pertengahan tahun silam, Facebook selaku pemilik WhatsApp telah mengumumkan iklan akan masuk WhatsApp pada tahun 2020 ini, baik di versi Android maupun iOS,” begitu diumumkan oleh Facebook di event Facebook Marketing Summit.

Lalu bagaimana bentuk-bentuk iklan yang akan ditayangkan oleh WhatsApp tersebut. Seorang analis media sosial Matt Navarra berhasil mengambil foto dari presentasi yang memperlihatkan tampilan iklan Whatsapp tersebut yang nantinya akan dimunculkan di fitur Status.

Inilah sekilas penampakan iklan yang akan menghiasi WhatsApp nanti/@Matt Navarra

Sekilas, iklan yang dimunculkan WhatsApp tersebut seperti terlihat sama dengan postingan status WhatsApp seperti biasa dan memenuhi seluruh layar. Hanya saja bedanya jika status WhatsApp memperlihatkan nama kontak, di iklan ini akan terlihat nama perusahaan yang memasang iklan.

Selanjutnya, di bawah iklan ini akan ada link yang dapat di-swipe up untuk melihat informasi lebih lanjut tentang produk yang diiklankan.

Namun sampai saat ini belum diketahui apakah Facebook telah memiliki rencana desain lain untuk iklan di dalam WhatsApp tersebut. Sangat memungkinkan bahwa perusahaan yang bermarkas di Menlo Park, AS tersebut akan menampilkan iklan alternatif yang lebih kecil yang muncul di antara daftar percakapan.

Tentunya, keputusan dari Facebook ini seperti mengkhianati keinginan dari pendiri WhatsApp itu sendiri yaitu Jan Koum serta Brian Acton. Konon kedua pendiri WhatsApp tersebut memang meninggalkan Facebook yang sudah mengakuisisi WhatsApp, karena tidak setuju dengan rencana iklan di WhatsApp.

Bahkan dua tahun sebelum Facebook membeli WhatsApp (2012), Koum sempat menuliskan perihal ketidaksenangannya terhadap iklan. “Kami ingin membuat layanan yang ingin dipakai orang. Kami tahu bisa melakukan apa yang menjadi keinginan orang setiap hari, yaitu menghindari iklan,” tegas Jan ketika itu.

Tak seorangpun bangun dan tertarik melihat lebih banyak iklan, tak seorangpun tidur dengan memikirkan tentang iklan yang akan mereka lihat besok. Kami tahu orang pergi tidur memikirkan tentang siapa yang mereka ajak chat atau kecewa karena tidak melakukanya,” papar dia.

Koum berpendapat bahwa iklan itu merusak estetika dan dianggapnya sebagai wujud penghinaan terhadap intelijensi. Saat itu Koum pun berjanji bahwa para engineer di WhatsApp pekerjaannya bukan mengumpulkan data, melainkan membuat fitur-fitur baru atau memperbaiki bug demi para user.

Contoh lain penampakan iklan di WA nanti/@Matt Navarra

Sebagai gantinya iklan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan keuangan, mereka menerapkan metode monetisasi. Dimana WhatsApp menarik biaya murah untuk menggunakan layanan, hanya sebesar USD 1. Namun sejak beberapa tahun setelah dibeli Facebook, metode monetisasi itu pun dihilangkan dan sekarang sebagai sumber keuangan Facebook telah berencana menebar iklan dan menuai pendapatan. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here