Home Ekonomis Bisnis KTT ASEAN ke-37: Pertemuan Ekonomi ASEAN Ditutup Menteri Inggris dan Perwakilan Bisnis...

KTT ASEAN ke-37: Pertemuan Ekonomi ASEAN Ditutup Menteri Inggris dan Perwakilan Bisnis Terkemuka

17
0

MARKOMINDONESIA – Pentingnya kerjasama ekonomi Inggris-ASEAN bagi masa depan Inggris, terutama dalam bidang pendidkan dan perdagangan digital disampaikan oleh Menteri Senior Perdagangan Internasional Inggris, Liz Truss secara vitual di hadapan panel KTT Bisnis dan Investasi ASEAN.

Sementara itu, dalam pembukaan Forum Bisnis ASEAN Inggris, Menteri Kebijakan Perdagangan Inggris Greg Hands menekankan pentingnya penguatan kerjasama antara ASEAN dan Inggris, khususnya dalam bidang teknologi dan energi terbarukan, sebagai sebuah agenda bersama ASEAN dan Inggris untuk mewujudkan pemulihan ekonomi yang lebih baik dan lebih “hijau”.

Pada pertemuan yang digelar dari 12 -13 November tersebut, para Menteri, Pejabat Pemerintahan dan Perwakilan Bisnis Inggris bersama dengan dua pimpinan ASEAN terlibat dalam diskusisecara virtual mengenai peran teknologi digital dan bisnis dalam rangka pemulihan ketahanan dan pertumbuhan ASEAN di masa yang akan datang.

Penyelenggaraan Forum Bisnis ASEAN- Inggris dan KTT Bisinis dan Investasi ASEAN ini sendiri, digelar bertepatan dengan ASEAN Summit ke-37 tahun.

ASEAN dan Masa Depan Digital

ASEAN dan Inggris memiliki hubungan ekonomi yang solid. Dalam 10 tahun terakhir, dimana perdagangan Inggris-ASEAN terus tumbuh hingga hampir 70% mendekati £42 milyar. Karena itu, terlepas dari tantangan yang ada, tahun 2020 terbukti telah menjadi tahun yang sangat penting bagi hubungan Inggris-ASEAN.

Pada Dialog Ekonomi Inggris-ASEAN yang digelar pada bulan Agustus lalu, keduanya menyepakati pentingnya memupuk pertumbuhan invoasi digital guna mendukung bisnis di kawasan regional agar mampu berkembang dalam era ekonomi digital.

Pada KTT Bisnis dan Investasi ASEAN di Hanoi, Vietnam (13/11), Menteri Senior Perdagangan Internasional Inggris, Liz Truss secara virtual menyampaikan kata sambutan di hadapan panel “Teknologi dan Masa Depan Kerja di ASEAN”

Fenomena kemajuan teknologi dikombinasi dengan adanya dampak COVID-19 akan mempengaruhi masa depan ketenagakerjaan. Dengan meningkatnya adopsi terhadap teknologi digital secara global, Liz mengingatkan akan pentingnya menguasai kemampuan untuk bekerja dari jarak jauh dalam semua sektor.

“Saya merasa bangga menyampaikan bahwa Inggris adalah mitra jangka panjang bagi ASEAN. Hubungan Ekonomi yang kuat memungkinkan perdagangan bilateral tumbuh stabil dalam 10 tahun terakhir, hingga hampir menyentuh £42 miliar,” ujar Liz Truss, sang Menteri Perdagangan Internasional.

“2020 adalah tahun yang cukup menantang namun juga merupakan periode bagi kerja sama Inggris-ASEAN yang lebih baik,” tambahnya.

Menurut Liz, Inggris memutuskan untuk lebih fokus kepada kawasan Indo-Pacific dan bertekad untuk memperkuat hubungan ekonomi dan digital guna membanun masa depan yang lebih baik bagi kedua negara,

“Saya mengucapkan selamat kepada Vietnam atas pencapaiannya sebagai Ketua ASEAN tahun ini dan saya menantikan kesempatan untuk berkolaborasi dengan Brunei Darussalam di 2021,” harap Liz.

Liz Truss hadir bersama dengan para pimpinan dan rekan dialog ASEAN yang lain, seperti H.E. Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia dan H.E. U Thaung Tun, Menteri Investasi dan Ekonomi Luar Negeri Myanmar

Perdagangan Digital sebagai garda tedepan kolaborasi Inggris-ASEAN

Pada Forum Virtual Bisnis ASEAN-Inggris perdana yang diselenggarakan oleh Dewan Bisnis Inggris-ASEAN dan Dewan Penasihat Bisnis ASEAN pada 12 November, Menteri Kebijakan Perdagangan Inggris Greg Hands MP bersama dengan Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN Dr Aladdin Rillo berbicara mengenai inovasi digital sebagai katalisator yang penting bagi pemulihan ekonomi dan langkah-langkah kerja sama ASEAN dan Inggris dalam memperkuat kerja sama ekonomi keduanya.

Rt Hon Greg Hands MP, Menteri Kebijakan Perdagangan, Departemen Perdagangan Internasional berujar: “Teknologi digital adalah pemicu pertumbuhan dan produktifitas ekonomi, dan peningkatan permintaan terhadap solusi teknologi terlihat di sektor pendidikan, kesehatan, layanan keuangan, logistik dan rantai pasokan, serta sektor lainnya.”

“Inggris tercatat telah menciptakan lebih banyak unicorn* teknologi dibanding seluruh tempat lain di Eropa, dengan 82 perushaan yang telah berkembang hingga sekarang,” sambungnya.

Karena itu menurutnya, terdapat potensi yang besar bagi ASEAN dan Inggris untuk bekerja sama dalam menjembatani kekurangan atau jarak digital dan memaksimalkan teknologi yang inovatif.

Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Natalie Black CBE terlibat dalam Forum Bisnis ASEAN-Inggris dan mengemukakan akselerasi ekonomi digital di kawasan Asia
Tenggara selama COVID-19 dan kesempatan kolaborasi bisnis di kawasan tersebut.

Natalie Black CBE, Komisioner Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik, dan Pejabat Ekonomi Inggris untuk ASEAN, menyampaikan bahwa: “Sebagaimana dilaporkan minggu ini, Asia Tenggara telah memiliki 40 juta pengguna internet baru tahun ini, dibanding dengan 100 juta pengguna dalam 4 tahun dari 2015 hingga 2019. Perusahaan Inggris hadir untuk mendukung pertumbuhan ini melalui keberadaan dari setidaknya 216 perushaan tekonologi dan 6 unicorn tekonologi yang berlokasi di Asia Tenggara dan ini memberi ruang untuk bekerja sama lebih luas lagi.”

“Inggris telah memulai beberapa inisiatif dalam meningkatkan kolaborasi digital antara Inggris dan kawasan Asia Tenggara yang dinamis ini, beberapa di antaranya adalah Jaringan Perdagangan Digital, Tantangan Bisnis Digital Inggris-ASEAN, Rangkaian Teknologi Finansial Inggris-Asia Tenggara. Saya berharap untuk dapat bekerja samadengan mitra utama Asia Tenggara dalam program-program yang menarik ini,” tambahnya.

“Pada 12 November, Menteri Greg Hands MP juga ikut serta dalam acara penandatanganan virtual Letter of Intent Inggris-Vietnam bersama dengan Wakil Menteri Industri dan Perdagangan Vietnam Tran Qioc Khan guna membentuk Arsip Perdagangan Nasional Vietnam (NTR),” paparnya.

Vietnam, sebagai ketua ASEAN tahun ini, bertekad untuk mendirikan NTR, sebuah layanan daring yang berisi hukum-hukum dan prosedur terkait perdagangan dengan Vietnam. NTR juga akan berkontribusi terhadap keseluruhan Arsip Perdagangan ASEAN, memberikan trasnsparansi perdagangan dengan kawasan.

Diskusi antara Inggris dan ASEAN dalam KTT ASEAN ke-37 didasari pada Dialog Ekonomi Inggris-ASEAN pada bulan Agustus 2020 lalu, dipimpin oleh Menteri Senior Perdagangan
Internasional Inggris, Liz Truss, dengan Ketua Komunitas Ekonomi ASEAN 2020, Menteri Tran Tuan Anh dari Vietnam, serta Dialog Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Inggris di September 2020, dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Inggris, RT Hon Dominic Raab. |MARKOM-WAW

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here