Home Games Online Lagi Seksi-seksinya, e-Sport Malah Berpotensi Rugikan Negara Hingga Triliunan?

Lagi Seksi-seksinya, e-Sport Malah Berpotensi Rugikan Negara Hingga Triliunan?

669
0
Salah satu cosplay karakter dalam game PUBG/IST

MARKOMINDONESIA – Didaulat sebagai salah satu varian olahraga kaum milenial, e-sport atau game-game yang dimainkan generasi z Indonesia ternyata berpeluang rugikan negara hingga triliunan rupiah.

Memang saat ini pasar game di Indonesia tengah dalam kondisi sedang lucu-lucunya atau seksi-seksinya. Bayangkan, sekarang ini saja omzet industri game battle royale seperti PUBG (Player Unknown’s Battle Grounds), Fortnite, Free Fire dan mobile legend sudah mencapai USD 1,13 miliar.

Bahkan tak perlu waktu lama, Angka ini diproyeksi bakal melejit naik mencapai USD 1,82 miliar di tahun 2021, dan USD 4,3 miliar di tahun 2030. Data proyeksi ini pun membuat Indonesia diprediksi akan menjadi Top 5 dalam pasar global industri game dunia.

Masalahnya, keuntungan yang didapat dari perputaran uang sebesar itu tidak banykak yang masuk ke kantong para pengembang game lokal.

Cosplay Karakter Game PUBG/ISTDiperhitungkan developer game lokal hanya kebagian 0,4 persen dari keseluruhan keuntungan tersebut. Pasalnya, hingga saat ini di Indonesia hanya ada 40 pengembang game studio dan 21 perusahaan game besar.

Mayoritas game-game yang dimainkan di Indonesia terutama merupakan game asal luar negeri, meskipun game itu bisa kita unduh secara gratis melalui berbagai platform penyedia game lainnya.

Sialnya, di dalam game-game tersebut selalu saja ada pola transaksi yang menyebabkan terjadinya aliran dana keluar dari Indonesia ke negara lain.
Hal itu terjadi misalnya dalam game PUBG dimana dibuatkan toko tempat kita bisa membeli berbagai macam skin atau item untuk pemanis estetika pemain dengan harga tertentu.

Sebenarnya, item yang dijual tersebut sama sekali tak berpengaruh pada skill pemain, namun transaksi ini nantinya bisa mempengaruhi NPI atau Neraca Pembayaran Indonesia.

Untuk diketahui, NPI merupakan cerminan aliran uang yang masuk dan keluar dari Indonesia. Seluruh transaksi WNI, termasuk dalam pembelian item game online asal luar negeri akan terekam dalam NPI tersebut.

Akibatnya, semakin banyak dana yang mengalir keluar dari Indonesia, maka NPI nilainya akan negatif. Nah kondisi itulah yang dikhawatirkan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Seperti yang disampaikan langsung oleh Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, awal tahun 2019 silam.

“Kalau kita main game itu kelihatan enggak di NPI? Sekarang sih enggak, tapi yang pasti itu uang Indonesia ke luar. Mungkin hanya setengah dolar, tapi kalau yang main dua juta orang, ya itu uang keluar untuk games itu,” ujar Mirza dalam Seminar Nasional bertajuk ” Sinergi untuk Ketahanan dan Pertumbuhan” seperti dikutip CNBC Indonesia Rabu (27/3/2019) dulu.

Adapun solusi agar transaksi pembelian game online tersebut tidak berpengaruh pada NPI adalah melakukan transaksi tersebut pada game bikinan developer lokal Indonesia sendiri.

Semakin banyak game lokal dibuat, semakin besar potensi devisa yang bisa diserap negara.

Nah mumpung sedang seksi-seksinya dan lucu-lucunya, sekaranglah saat developer game anak negeri unjuk kreasi untuk memperkuat perekonomian negeri. (dari berbagai sumber) |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here