Home CSR Mantan Menteri, TNI, Hingga Rocker Ramaikan “Clean Up The World 2021”

Mantan Menteri, TNI, Hingga Rocker Ramaikan “Clean Up The World 2021”

9
0
Clean Up The World 2021 dihadiri sejumlah tokoh seperti Susi Pudjiastuti (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Faisal Basri (ekonom senior), Widodo (mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut) hingga Kaka dan Ridho dari grup band Slank.
Clean Up The World 2021 dihadiri sejumlah tokoh seperti Susi Pudjiastuti (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Faisal Basri (ekonom senior), Widodo (mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut) hingga Kaka dan Ridho dari grup band Slank.

MARKOMINDONESIA – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai bagian dari perusahaan global Suzuki kembali mengadakan kegiatan sosial Clean Up The World 2021. Bekerja sama dengan Pandu Laut Nusantara, didukung oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BKSDA KLHK) dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Clean Up The World kali ini dilaksanakan di Pangandaran, Jawa
Barat, pada Sabtu dan Minggu, 11-12 Desember 2021.

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 400 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, komunitas Pandu Laut, jajaran pemerintahan Kabupaten Pangandaran, anggota kepolisian, masyarakat sekitar, hingga wisatawan dengan antusias melakukan aksi bersih-bersih pantai, pelepasliaran belangkas dan sidat, serta penanaman bibit bakau. Sebagai permulaan, Suzuki turut melakukan pendonasian tempat sampah dengan penyerahan secara simbolis kepada pemerintah Kabupaten Pangandaran.

Menariknya, kegiatan ini juga dihadiri sejumlah tokoh seperti Susi Pudjiastuti (mantan Menteri Kelautan dan Perikanan), Faisal Basri (ekonom senior), Widodo (mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut) hingga Kaka dan Ridho dari grup band Slank.

Menurut Aceng Ulumudin, Sales & Marketing Outboard Motor Section Head PT SIS, kegiatan yang telah Suzuki lakukan sejak 2015 ini merupakan kepedulian Perusahaan terhadap kelestarian laut dan ekosistemnya.

“Kami selalu ingin berpartisipasi aktif dalam melestarikan lingkungan, khususnya laut yang sedang mengalami krisis pencemaran. Untuk itu, kami membuat program Clean Up The World yang dilaksanakan setiap tahun di berbagai daerah. Tahun ini kami melaksanakannya di Pangandaran sebagai kawasan yang aktif menggalakan kampanye kebersihan pantai. Hal ini sejalan dengan keinginan kami untuk membuat pantai dan laut bersih dari sampah,” terang Aceng.

Kegiatan Clean Up The World 2021 dimulai dengan pendonasian tempat sampah dari Suzuki kepada Pemerintah Kabupaten Pangandaran yang diserahkan secara simbolis oleh Joshi Prasetya, Strategic Planning Departement Head PT SIS kepada H. Jeje Wiradinata, Bupati Pangandaran.

Selanjutnya, bersama Susi Pudjiastuti selaku Ketua Umum Pandu Laut Nusantara, semua peserta melakukan kegiatan bersih-bersih pantai sepanjang 2 km. Sampah yang dibersihkan kemudian dikumpulkan di 10 titik untuk diangkut oleh tim dari Dinas Lingkungan Hidup.

Jeje berharap kegiatan bersih-bersih pantai ini bisa menjadi percontohan dalam upaya menjaga kebersihan pantai dan pesisir laut. “Masyarakat Pangandaran sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Ibu Susi, komunitas Pandu Laut, dan Suzuki yang konsisten menjaga kelestarian lingkungan di kawasan ini,” kata Jeje.

Suzuki dan Pandu Laut Nusantara juga melakukan pelepasliaran belangkas (mimi mintuno), yaitu satwa langka dan hampir punah dari perairan Riau yang dapat membantu alam mengurai sampah di laut. Selain belangkas, sidat (glass eel) turut dilepasliarkan di Muara Cileutik, Pangandaran, ditambah penanaman 100 bibit bakau yang diharapkan dapat memperkuat daya tahan pantai dari kikisan arus laut dan menjadi tempat hidup dan perlindungan biota laut.

Di sela-sela acara, Susi Pudjiastuti menyampaikan dukungannya untuk aksi pelestarian lingkungan seperti Clean Up The World. “Kegiatan ini tidak sekadar bersih-bersih sampah di pantai. Tetapi lebih dari itu, untuk menumbuhkan kecintaan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya dan ekosistem laut. Sampah plastik ini sangat merusak lingkungan sehingga seharusnya plastik sekali pakai tak boleh diproduksi lagi. Menjaga ekosistem berarti juga kita melindungi kepentingan dan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir hingga generasi-generasi berikutnya,” pungkas Susi Pudjiastusi. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here