Home Kampanye Politik Kampanye Pilwalkot Tangsel 2020: Billboard di Pelupuk Mata Tak Nampak, Branding di...

Kampanye Pilwalkot Tangsel 2020: Billboard di Pelupuk Mata Tak Nampak, Branding di Bungkus Kopi Nancap di Hati

476
0
Terobosan strategi sosialisasi dalam bungkus kopi siap saji yang dilakukan Rizal Bawazier dalam Pilkada Tangsel 2020/IST

MARKOMINDONESIA – Meskipun masa kampanye belum tiba, bahkan masa pendaftaran calon-calon kandidat yang akan berlaga di Pilkada Tangerang Selatan 2020 pun belum dipastikan oleh KPU, namun iklan-iklan kampanye para kandidat yang berniat untuk maju dalam kontestasi ini sudah sangat ramai. Iklan selebaran bentuk, poster, spanduk, baliho, billboard dan lain-lain sudah banyak dipasang di wilayah-wilayah Tangerang Selatan.

Salah satu kandidat yang paling getol memasang iklan kampanye tersebut adalah kandidat petahana yaitu Wakil Wali Kota Benyamin Davnie yang dikabarkan telah melaporkan tekadnya untuk bertarung pada Pilwalkot Tangsel 2020 sekarang.

Meskipun posisikan sebagai petahana saat ini yang masih disetujui sebagai Wakil Wali Kota Tangsel mendampingi Airin Rachmi Diany, cukup memberikan banyak peluang bagi yang terlibat untuk bersosialisasi, menebar popularitas menyemai elektabilitas pada masyarakat Tangsel, namun Benyamin tidak mau memastikan.

Menurut Benyamin saat semuanya masih berbahaya sekarang, saat ini tidak ada kandidat yang resmi dipastikan maju, maka menurutnya sekaranglah saat yang tepat untuk mengenalkan gambar yang dimaksud kepada masyarakat.

“Kalau sekarang sekarang yang tepat kalau aku memperkenalkan sosokku kepada masyarakat. Dalam politik itu popularitas menjadi salah satu faktor, oh ini aki-aki, namanya Benyamin. Memang populer harus dinaikkan terus, diharapkan,” demikian seperti halnya yang dikirim kompas.com (13 / 2/2020).

Billboard Benyamin Davnie / IST

Bahkan, jika saat ini wajah Benyamin Davnie sudah terpasang megah pada dua billboard besar di jalan Ir Juanda Ciputan dan jalan Siliwangi Pamulang, menurutnya itu hanyalah permulaan saja. Selanjutnya Benyamin berniat untuk menambah pemasangan billboard maupun baliho di 30 titik yang tersebar di sudut-sudut strategis wilayah Tangsel.

“Kalau target sih ya 25 sampai 30, ini bertahap saja,” jelas Benyamin Davnie seperti dikutip tribunnews.com (13/2/2020).

Strategi Berkebalikan

Berbeda dengan Wawalikota yang cenderung memasang kampanye selfie, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan, Muhamad yang dikabarkan juga bakal meramaikan bursa kontestasi balon wali kota Tangerang Selatan dalam Pilkada serentak 2020 nanti memakai strategi yang berbeda.

Bukan kampanye selfie, pola kampanye Muhamad memakai strategi yang sebaliknya. Muhamad memakai suara orang lain untuk mengkampanyekan dirinya melalui dukungan yang mereka berikan. Misalnya tiba-tiba muncul spanduk dukungan terhadap Muhamad yang mengatasnamakan masyrakat Kampung Maruga, Ciputat, Tangsel.

“Saya Bpk. Jayana bin Masir Beserta Keluarga Besar dan Masyarakat Maruga Kota Tangerang Selatan Sia Mendukung Drs Muhamad M.Si Menjadi Walikota Tangerang Selatan periode 2020-2025” tulis mereka pada spanduk tersebut.

Namun terkait pemasangan spanduk dukungan yang muncul tersebut, Muhamad mengaku kaget dan berterima kasih. Dia mengaku bahwa dirinya sama sekali tidak memanggil dan menyuruh masyarakat untuk melakukan itu, apalagi memberikan uang atau dana untuk keperluan tersebut.

Spanduk dukungan kepada Muhamad di lingkungan Pemkot Tangsel/IST

Karena di klaim berasal dari inisiatif mandiri masyarakat maka spanduk dukungan untuk Muhamad tersebut cenderung kurang rapi dan tidak bagus.

Ternyata hal itu justru memancing Benyamin Davnie untuk berkomentar. Menurut Benyamin memang sebenarnya alat peraga sosialisasi kampanye bisa berbentuk beragam rupa, namun harus tidak boleh merusak keindahan kota.

Karena spanduk tersebut berada di lingkungan Pemkot Tangsel, Benyamin juga menyindir agar sebagai PNS menjaga etika dan memperhatikan lingkungan strategis yang ada di sekitarnya. Bahkan meskipun spanduk tersebut di klamin sebagai dukungan mandiri yang muncul dari masyarakat sendiri, namun sebagai kandidat seharusnya bisa mengarahkan pendukungnya agar memperhatika etika dan mematuhi peraturan.

“Ya kan bisa diberikan arahan kali yah dari kitanya. Saya juga khawatir seperti itu, makanya saya sudah wanti-wanti keteman, awas perhatikan lingkungan lah. Makanya sampai sekarang saya belum pasang gambar apa-apa, kecuali baliho yang besar itu baru beberapa hari ini. Kalau itu kan memang di tempat yg umum,” sindir Benyamin seperti dikutip rmolbanten.com (9/2/2020).

Kampanye Rizal Bawazier untuk Pilkada 2020 dalam sebungkus kopi/IST

Kiat Cerdik Si Kuda Hitam

Ketika para kandidat kakap yang merasa kuat dan berpotensi, tengah bersaing dengan strategi kampanye sosialisasi mereka yang konvensional. Tiba-tiba muncul kandidat balon kandidat Wali Kota Tangsel untuk Pilkada serentak 2020 yang baru dan sebelumnya tak diketahui gerakannya.

Dialah Rizal Bawazier yang dalam peta kandidat sebelumnya sama sekali tidak terdengar suaranya. Mengaku telah mengantongi dukungan dari partai politik berkursi besar, Rizal Bawazier yang ternyata merupakan pengusaha sukses keturunan Lengkong Kyai ini hadir dengan menawarkan konsep pemerintahan untuk Tangsel di masa depan dalam visi dan misi yang cukup matang.

Kesiapan Rizal Bawazier tersebut, terungkap dalam kehadirannya pada acara “Ngopi Sewarung Bersama Mr Ten” yang mengusung tema “Terobosan Baru Pilkot Tangsel” yang digelar di restoran Sae Pisan BSD (11/2/2020) lalu.

Pada penampilannya tersebut Rizal Bawazier mampu mendulang apresiasi para narasumber sekaligus peserta yang hadir dari berbagai golongan seperti jurnalis, mahasiswa hingga emak-emak. Melalui konsep 10M yang akan diusungnya untuk pembangunan Tangsel ke depan, Rizal mampu memberi solusi atas permasalahan Tangsel yang dikemukakan oleh peserta talkshow maupun narasumber lainnya.

Di luar pemasalahan kesiapan visi-misi yang relevan dengan kondisi, potensi dan permasalahan yang ada di Tangsel paling aktual, satu hal yang menarik perhatian adalah kiat kampanye atau strategi sosialisasi yang dilakukan pengusaha muda sukses keturunan Lengkong Kyai tersebut.

Terasa sangat klop dengan title acara “Ngopi Sewarung”, pada kesempatan tersebut Rizal Bawazier memberikan terobosan souvenir sosialiasi berupa kopi kemasan siap saji yang berbranding dirinya. Spontan terobosan kecil yang dibawa Rizal Bawazier tersebut mampu merebut perhatian peserta maupun narasumber yang hadir.

Pengamat politik dan social, Taftazani yang kebetulan menjadi narasumber acara ini langsung memberikan pujiannya. Menurut Taftazani, terobosan strategi sosialisasi ini patut dipuji dan diapresiasi oleh semuanya. Selain unik menurut Taftazani slogan atau tagline yang dituiskan dalam branding bungkus kopi tersebut terasa pas dan lain dari biasanya.

“Memimpin dan Menyeduh Kopi Dengan Hati, menurut saya ini adalah tagline yang unik dan menarik. Artinya memang memimpin itu sama dengan menyeduh kopi. Keduanya harus dilakukan dengan hati agar nikmat bagi semua yang merasakannya,’ ujar Taftazani memuji.

Hal senada juga dikatakan oleh milenial yang kali ini diwakili oleh kalangan masyarakat dari Universitas Pamulang. Menurut mereka kampanye dalam bentuk bungkus kopi siap saji ini sangat menarik dan menyenangkan bagi mereka. Bahkan mereka juga menyatakan sangat tertarik untuk mengkaji kreativitas ini sebagai sebuah inovasi yang patut diteladani.

Menurut mereka terobosan ini seperti menjadi oase yang menyejukkan di tengah kegersangan kreativitas kampanye sosialisasi politik yang sudah marak jelang Pilkada Tangsel 2020 sekarang. Rizal dianggap mampu menangkap semangat inovasi generasi milenial dan memanfaatkan trend yang tengah hype di kalangan mereka. Dimana membuat kedai kopi, warung kopi, café kopi, nongkrong dan hang out di coffee shop memang tengah digandrungi anak milenial saat ini. Karena itulah melihat souvenir yang diberikan Rizal tersebut mereka langsung mengapresiasinya dengan sepenuh hati.

Menurut mereka, evolusi dari terobosan kreatif ini dapat mengubah seperti kata peribahasa, gajah di mata pelupuk tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Terkait di mata mereka billboard dan baliho besar-besar milik Benyamin Davnie, Muhamad juga kandidat-kandidat lainnya tiba-tiba merasa tidak tampak di mata mereka, sementara strategi sosialisasi Rizal Bawazier di sebungkus kopi sachet siap saji yang diharapkan dapat terbayang-bayang di pelupuk mata mereka. | WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here