Home Identitas Perusahaan Membedah Makna Lambang, Logo dan Simbol dari Keraton Agung Sejagat, Sang Juru...

Membedah Makna Lambang, Logo dan Simbol dari Keraton Agung Sejagat, Sang Juru Damai Dunia

1297
0
Logo Kraton Agung Sejagad yang mengkolaborasikan simbol Bintang Daud dan Swastika/IST

MARKOMINDONESIA.COM – Sekelompok orang yang mengaku sebagai penerus dari kerajaan Majapahit yang runtuh sekitar 500 tahun lalu tiba-tiba memproklamirkan berdirinya sebuah kerajaan baru yang berjuluk Keraton Agung Sejagat (KAS).

Kerajaan baru ini memiliki lokasi kerajaan di Desa Pogung Jurutengah, Purworejo Jawa Tengah. Raja mereka adalah Sinuwun Totok Santosa Hadiningrat dan Kanjeng Ratu Dyah Gitaraja.

Keberadaan keraton/istana dari kerajaan baru ini ditandai dengan adanya bangunan seperti pendopo yang dilengkapi sengan sebuah kolam yang sangat disakralkan dengan sebuah prasasti yang disebut Prasasti I Bumi Mataram.

Salah satu yang mencuri perhatian dibalik kemunculan KAS ini adalah logo/symbol yang mereka gunakan sebagai lambang resmi kerajaan KAS. Pasalnya lambang resmi KAS tersebut bagi banyak kalangan terlihat seperti symbol Bintang Daud yang dilengkapi dengan Lambang Nazi di tengahnya.

Gabungan kedua lambang yang sudah mendunia itulah yang membuat lambang kerajaan ini mencuri perhatian. Pasalnya makna dari kedua lambang tersebut cukup menyeramkan. Pasalnya, mengacu pada informasi di Wikipedia, Bintang Daud atau Perisai Daud merupakan lambang yang umumnya digunakan dan dipakai sebagai jatidiri pengikut Yahudi. Sedangkan simbol didalamnya merupakan plesetan dari lambang Swastika yang biasa dikenal dengan hakenkreus atau salib berkait yang digunakan sebagai logo Partai Sosialis Nasional (NAZI) di Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler tahun 1920-1945, yang juga dikenal sebagai penyebab terjadinya Perang Dunia (PD) II.

Lambang resmi dari KAS adalah penyatuan dari kedua symbol tersebut. Pemakaian lambang KAS itu banyak ditemukan pada bangunan singgasana yang ada di kerajaan KAS. Sebenarnya symbol Daud atau Hexagram jika tidak dikaitkan sebagai tanda pengikut Yahudi tidaklah buruk.

Hexagram ini dalam agama Budha sering diasosiasikan sebagaiLotus atau bunga teratai yang selalu diidentikan dengan Sang Budha sendiri. Dalam agama Hindu, Hexagram merupakan lambang penyatuan manusia dan Tuhan.

Berbeda lagi dalam aliran Pagan, hexagram diartikan sebagai lambang penyatuan pria dan wanita, yaitu segitiga yang ujungnya di atas dianggap sebagai pedang yang melambangkan pria dan segitiga yang ujungnya dibawah menjadi seperti cawan atau symbol chalice yang melambangkan wanita. Bahkan dalam mitologi Jawa, Hexagram ini sama artinya dengan mitologi Tugu Monas.

Bahkan dalam agama Islam pun symbol ini sebenarnya bukan milik Yahudi melainkan symbol keberadaan dua nabi yaitu Daud dan Sulaiman.

Berbagai varian lambang Swastika/IST

Lambang Swastika gara-gara digunakan Nazi menjadi dianggap sebagai lambang yang mewakili kebencian, genoside dan negatifitas. Padahal sejak zaman Kuno lambang Swastika ini dianggap symbol suci yang memiliki arti mulia. Dalam agama Hindu, Buddha dan Jainisme, Swastika diangga sebagai symbol untuk membangkitkan Shakti atau symbol suci keberuntungan.

Jadi tanpa terkontaminasi oleh anggapan yang telah berlaku di masyarakat terkait Yahudi dan Nazi, maka kolaborasi symbol Bintang Daud dan Swastika yang didaulat sebagai lambang resmi kerajaan KAS memiliki makna yang baik.  Yaitu penyatuan seluruh manusia, pria-wanita dan semua golongan untuk menjadi lebih baik.

Tentunya makna dari lambang resmi kerajaan ini sejalan dengan klaim mereka bahwa kelahiran KAS membawa tugas mulia. KAS yang mengklaim keberadaannya sebagai induk dari seluruh negara di dunia, menyatakan dirinya siap menjadi wadah untuk mendamaikan semua konflik yang ada di dunia saat ini. Caranya, KAS akan memperbaiki kedaulatan, system bernegara, system ekonomi secara moneter maupun global.

Sinuwun dan Kanjeng Ratu Keraton Agung Sejagat/IST

“Kita umumkan kepada dunia Keraton Agung Sejagat sebagai induk daripada seluruh kingdom state tribune colony atau republik yang ada di dunia ini menyatakan menjadi jondang (kotak) terhadap konflik yang terjadi di seluruh dunia. Dengan memperbaiki sistem kedaulatan, sistem bernegara, sistem ekonomi dan moneter secara global,” demikian diungkapkan Sinuwun alias Totok Santosa Hadinigrat seperti yang dikutip sosok.id dari kompas TV Selasa (14/1/2020).

Lebih lanjut, Sinuwun juga mengatakan bahwa berdirinya KAS adalah bagian dari Rangkai Mataram Agung.

“Kami muncul menunaikan janji 500 tahun runtuhnya kerjaan Majapahit pada tahun 1518,” kata Totok dalam jumpa pers Minggu (12/1/2020), dikutip dari tribunnews.com.

Pernyataan Sinuwun tersebut juga diperkuat oleh penasehat Keraton Agung Sejagat, Resi Joyodiningrat yang menegaskan bahwa Sinuwun dan Kanjeng Ratu bukanlah penyebar aliran sesat.

Lebih lanjut, seperti yang dikutip kompas.com, Resi Joyodiningrat mengatakan kalau Keraton Agung Sejagat adalah kerajaan dunia yang muncul usai berakhirnya perjanjian Majapahit 500 tahun yang lalu.

Singgasana Sinuwun dan Kanjeng Ratu Keraton Agung Sejagat/IST

Perjanjian ini telah ada sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu Imperium Majapahit pada tahun 1518 sampai dengan 2018.

Perjanjian 500 tahun tersebut dilakukan oleh Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka pada 1518.

Resi Jodiningrat menyampaikan dengan berakhirnya perjanjian tersebut, maka berakhir pula dominasi kekuasaan barat mengontrol dunia yang didominasi Amerika Serikat setelah Perang Dunia II.

Menurutnya, kekuasaan tertinggi harus dikembalikan ke pemiliknya, yaitu Keraton Agung Sejagat sebagai penerus Medang Majapahit yang merupakan Dinasti Sanjaya dan Syailendra.

Nah sepertinya klaim sebagai pembawa kedamaian akan bisa dibuktikan dengan gampang jika Amerika Serikat mau dengan sukarela mengembalikan kekuasaannya kepada Keraton Agung Sejagad. Dengan pelimpahan kekuasaan dari Amerika Serikat kepada KAS, maka secara cepat ancaman perang dengan Iran yang sekarang tengah mengemuka bisa langsung didamaikan. Hahahaha… bagaimana menurut Anda? |WAW-MARKOM

Kirab Keraton Agung Sejagad/IST

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here