Home INFLUENCER Mengatasi Krisis Komunikasi Akibat Covid19

Mengatasi Krisis Komunikasi Akibat Covid19

173
0
ilustrasi

Bagaimana cara mengatasi krisis komunikasi dalam menghadapi Covid19?

Sebuah negera dalam menanggani sebuah kasus besar tentu akan lebih cepat. Antisipasi yang harus diterapkan adalah cara efeektifnya menjalankan sebuah langkah pasti yang jitu. Jika akan ada permasalahan yang dihadapi, yang paling pokok salah satunya adalah langkah paling tepat adlaah komunikasi.

Karena komunikasi yang efektif dan baik adalah pondasi utama dalam mempertahankan stabilitas sebuah keadaan tenang sebuah negara.  Baiklah kita ambil contoh krisis komunikasi yang saat terjadi dalam sebuah wabah besar yaitu Coronavirus atau lebih dikenal Covid19. Covid19 wabah besar dan hampir semua negara mengalami Indonesia sebenarnya sejak awal mencuatnya Desember 2019 sudah tahu. Bahkan Indonesia sudah ekspor besar-besaran maseker ke Cina untuk bantuan atau permintaan bantuan atau ajuan bantuan.

Sebuah langkah yang harusnya dilakukan adalah antisipasi. Ya sekali lagi antisipasi. Karena ini langkah yang baik. Tindakan preventif adalah tindakan yang mulia bukan buang waktu yang tak penting. Menjadi  keangkuhan semua para petinggi bicara asal dalam komunikasi politiknya, mulai dari nasi kucing, tauge, ijin susah, tak akan masuk karena sulit diditeksi, sampai ada banyolan yang tak pantas menyebut korona itu sebagai yakni komunitas rondo mempesona. Selorohan tak penting ini karena dalam hal antisipasi sebuah bencana tidak satu suara, tidak satu pintu. Buat apa ada menteri komunikasi yang tupoksinya jelas. Kalau semua para petinggi ingin bersuara akhirnya meras cari panggung. Nah saat ini kan akhirnya covid19 masuk Indonesia, lalu sibuk bantahan, sibuk cari alibi, bahkan sibuk segalanya cara, tapi jejak digital itu kejam sodara-sodara. Data digital zaman now itu terekam. Dalam hal ini kembali soal komunikasi bagusnya satu pintu. Untungnya saat ini ada tim gugus yang diemban tugasnya kepada BNPB didapuknya Doni Munardo agak sedikit lumayan sumber mengerucut satu pintu, meski ini juga belum sepenuhnya ampuh. Tapi ini langkah sedikt maju dari sebelumnya yang semua ingin cari panggung.

Publik wajar jika kepada negara, komplain karena warga atau rakyat punya hak hidup, ini juga dituntut untuk nilai sebuah keterbukaan.  Jika kesalahan manajemen komunikasi dalam sebuah krisis yang saat ini memang tentunya harus kuat dalam hal apapun, maka janganlah pula banyak klarifikasi berita. Artinya tim krisis komunikasi dalam kasus harusnya kuat. Jangan sampai tim komunikasi ini ikut memperburuk peristiwa informasi yang simpang siur.

Tim komunikasi yang baik adalam yang mampu mengatasi krisis komunikasi dalam menghadapi kasus wabah Covid19. Jika hal ini gagal karena dapat mempengaruhi reputasi sebuah kepercayaan di mata publik. Hal ini tentu terlepas dari siapa atau pihak mana yang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang terjadi; negara harus menyiapkan strategi komunikasi dalam menangani krisis wabah covid19 ini.

Perlu diingat bahwa ha ini perlu dilakukan agar negara dapat mengembalikan rasa percaya yang dimiliki publik.  Jika krisis komunikasi dalam sebuah wabah ini yang bisa saja terjadi kapan saja terutama saat ini yang sedang terhjadi. Makan saat ini harusnya menjadi tugas Public Relations yang ditugaskan atau yang ditunjuk negara untuk mengerahkan komunikasi yang terbaiknya agar dapat mengatasi krisis komunikasi yang terjadi saat ini.

Nah kembali ke kalima awal di atas, Bagaimana cara mengatasi krisis komunikasi dalam menghadapi Covid19?

Jika hal sedang dialami, pertama adalah lakukan dengan duduk  bersama tim yang ditunjuk negara. Mungkin Tim Istana dan kementerian terkait. Jangan panik analisa apa yang saat ini terjadi.  Dua lakukan strategi dan susun rencana sehingga dapat dan lakukan dilakukan untuk mengatasi krisis yang terjadi.

Jika perlu siapkan pula tim khusus manajemen krisis, pusat manejemen krisis, serta sistem komunikasinya (mungkin ini sudah ada gugus tugas itu yang BNPB ya). Lakukan  evaluasi setiap langkah yang dilakukan baik dalam rilis maupun feedbacknya.

Jika tak keberatan dalam tulisan ini kami paparkan cara mengatasi krisis komunikasi harus dapat dilakukan:

Pembentukan Tim Krisis Proses komunikasi dalam perlu dijaga secara profesional. Karena perlu dilakukan saat mengalami krisis komunikasi adalah membentuk tim krisis. Kekuatan inilah yang kemudian harus fokus dalam menangani krisis yang sedang terjadi; menganalisis permasalahan yang menyebabkan terjadinya krisis serta akibatnya pada nation; menentukan langkah-langkah yang perlu diambil; dan melakukan evaluasi.

Penentuan Informasi dalam Komunikasi krisis perlu menelaah jenis informasi yang bisa mereka kumpulkan, termasuk kajian fakta dan data yang telah dimiliki, untuk digunakan sebagai dasar dalam menyelesaikan krisis. Terdapat beragam bentuk informasi yang dapat dikumpulkan dalam komunikasi, misalnya instructing information, adjusting information dan internalizing information.

Dalam hal ini, tim krisis komunikasi yang telah dibentuk, perlu menentukan jenis informasi mana yang akan digunakan untuk disampaikan kepada publik dalam rangka mengatasi krisis.

Pengaktifan Media Center adalah selanjutnya sebagai langkah kuat, setelah pembentukan tim krisis dan pengumpulan data, yaitu mengaktifkan media center (Mungkin Kominfo jika tak mau banyak cost). Melalui media center, semua dapat berusaha untuk tetap terbuka. Yaitu dengan memberikan akses, baik kepada publik atau pihak manapun yang ingin mengetahui duduk permasalahan yang terjadi.

Pengaktifan media center ini merupakan bagian dari strategi komunikasi dalam menangani krisis organisasi yang sangat penting dalam mengembalikan reputasi negara dimata publik.

Konferensi Pers Konferensi pers umumnya berguna untuk melakukan klarifikasi tertentu kepada publik secara terbuka. Konferensi pers dapat membantu mempercepat penyelesaian krisis komunikasi dalam yang terjadi.

Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam konferensi pers yang malah akan memperburuk keadaan akui jika kesalahan yang telah dilakukan adalah langkah penting yang harus dilakukan saat memberikan pernyataan adalah mengakui kesalahan yang telah dilakukan.

Ini sebaiknya dilakukan cepat tanggap, jangan lambat merespon, apalagi sampai berdiam diri; sebab hal ini hanya akan membuat marah publik. Jika dapat, jauh lebih baik lagi jika membentuk tim khusus untuk menghadapi media, baik media online maupun offline dan digital. Dengan begitu tim ini dapat fokus dalam melakukan analisis keyword, artikel, ataupun percakapan di media secara intens.

Kita juga baiknya harus dapat mengetahui respon publik terhadap masalah yang terjadi, serta dampaknya bagi reputasi.

Tunjuk orang untuk jadi Juru Bicara Komunikasi yang baik dan efektif merupakan hal yang krusial dalam mengatasi krisis komunikasi yang terjadi dalam kasus ini. Oleh sebab itu, sebaiknya tunjuk seorang yang pandai dalam berbicara untuk menjadi juru bicarayang juga memahami teori besar kasusnya. Dalam memilih juru bicara ini, harus diperhatikan bahwa juru bicara tersebut benar-benar memahami kondisi permasalahan yang dihadapi. Dengan begitu ia dapat menghadapi dan menanggapi berbagai respon serta pertanyaan yang diberikan publik maupun berbagai pihak lain, termasuk media dengan baik.

Saat ini media sosial tinggi, buatlah perencanaan Khusus untuk Media Sosial yang memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi publik, dan anda dapat memanfaatkannya untuk menangani krisis komunikasi. Posting pernyataan terkait krisis, serta memberikan respon atas berbagai pernyataan atau pertanyaan  melalui akun media sosial  resmi dan kalau perlu infogafik yang tampilkan sangat akrab.

Selanjutnya pasang pandangan bahwa kita bisa ubah krisis jadi kesempatan emas.  Krisis komunikasi juga sebenarnya bisa diputarbalikkan menjadi kesempatan bagus bagi peristiwa ini, jika ditangani dengan tepat.

Ketika berhasil menyelesaikan krisis tersebut, maka hasilnya akan memiliki reputasi yang lebih baik. Dengan selalu berusaha memperlakukan publik trust, terutama pada situasi menantang saat ini.

Hal lain Distance Strategies adalah salah satu strategi penanganan krisis komunikasi dalam dengan cara menjaga jarak. Dalam hal ini menyelesaikan krisis komunikasi yang dihadapinya dengan cara membuat batas tegas. Harapannya, dengan pembatasan ini, krisis lama kelamaan akan hilang dengan sendirinya.

Jadi apakah siap menghadapi krisis komunikasi covid19 dengan cara yang kami sampaikan yang dipakai dari sejumlah sumber penting dalam hal komunikasi krisis. Atau masih mau mengunakan Buzzer saja, kan dananya sudah keluar 72 M, Ah kita lihat saja apa ada perubahan atau memang cukup begitu.!!!!

RED

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here