Home CSR Panen Perdana Jahe Merah, Petani Binaan YDBA dan Bintang Toedjoe

Panen Perdana Jahe Merah, Petani Binaan YDBA dan Bintang Toedjoe

16
0
Suasana panen perdana jahe merah di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Lebak, Banten (20/10). | IST
Suasana panen perdana jahe merah di Desa Hariang, Kecamatan Sobang, Lebak, Banten (20/10). | IST

MARKOMINDONESIA – Sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang mendukung peningkatan perekonomian di negeri ini. Salah satu sektor tersebut adalah komoditas jahe merah yang memiliki potensi pasar terbuka, baik di pasar nasional maupun di pasar global. Seiring dengan makin berkembangnya industri makanan dan minuman, juga berkembangnnya perusahaan jamu dalam negeri, jahe merah menjadi komoditas penting yang dibutuhkan sebagai bahan dasar pembuatan makanan, jamu maupun obat herbal lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Bintang Toedjoe, mereka berkomitmen untuk berkolaborasi mengembangkan pertanian jahe merah di Lebak, Banten.

Dalam kolaborasi tersebut, PT Bintang Toedjoe berkomitmen untuk memberikan pelatihan teknis, standar QCD dan memberikan kesempatan petani untuk memasok produknya ke PT Bintang Toedjoe. Sedangkan YDBA berkomitmen untuk memberikan pelatihan manajemen dan melakukan monitoring proses budidaya petani sehingga produk yang dihasilkan sesuai dengan standar quality, cost & delivery (QCD) yang ditetapkan oleh PT Bintang Toedjoe.

Program ini melibatkan 30 petani dari non Baduy dan Baduy Luar di Desa Hariang dan Desa Kanekes, Lebak, Banten. Meraka berkomitmen dan konsisten mengikuti berbagai program pembinaan yang mendukung terciptanya jahe merah yang ber-QCD. Beberapa program pembinaan yang telah diikutinya, antara lain Pelatihan Basic Mentality, Pembukuan Sederhana, Manajamen Usaha Tani, Pelatihan Teknis Budidaya Jahe Merah, seperti penanaman, pemupukan, pemeliharaan, pendalian hama secara terpadu, produksi pupuk kompos, produksi agensia hayati dan pestisida nabati serta program pembinaan lainnya.

Asrip, petani Baduy Luar yang merupakan Ketua Tani di Desa Kenakes, Lebak, Banten menceritakan bagaimana ia bisa dengan konsisten mengikuti program pembinaan yang dilakukan YDBA dan PT Bintang Toedjoe. Asrip mengaku, semua ilmu yang diberikan YDBA maupun PT Bintang Toejoe menjadi bekal yang berharga bagi Asrip dalam menjalankan usaha pertaniannya kini, terlebih sebelumnya Asrip menjalankan usaha tani, termasuk jahe merah secara turun temurun sesuai dengan adat-istiadat yang diajari nenek moyangnya.

Sedangkan, dua petani non Baduy, yaitu Basri dan Artim merupakan petani yang belum memiliki pengalaman dalam budidaya jahe merah. Sehingga pembinaan mengenai budidaya jahe merah, menjadi pengalaman baru sekaligus menantang bagi keduanya. Basri dan Artim berharap budidaya ini bisa menjadikan keduanya petani yang mandiri di kemudian hari.

Tepat setahun para petani mengikuti program ini, kini tiba waktunya bibit tersebut dipanen dan dipasok ke PT Bintang Toejoe. Dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan PT Bintang Toedjoe, proses panen pun sudah dapat dilakukan pada tanggal 20 – 26 Oktober 2021.

Dari 2,5 hektar lahan milik 30 petani yang ditanami jahe merah sebagai uji perdana program pengembangan jahe merah ini, diprediksi akan menghasilkan 16 ton jahe merah yang dapat dipasok ke PT Bintang Toedjoe.

Asrip sendiri memprediski akan menghasilkan 2,5 ton dari 4.000 meter lahan yang ditanami jahe merah miliknya, sedangkan Basri dan Artim kompak memprediksi akan menghasilan 1 ton dari lahannya masing-masing. Mereka berharap, panen selanjutnya akan menghasilkan lebih banyak lagi jahe merah dengan hasil yang memuaskan sesuai dengan standar QCD yang diberikan oleh PT Bintang Toedjoe.

Ketua Pengurus YDBA, Sigit P. Kumala menyampaikan harapannya saat diresmikannya program pengembangan jahe merah ini, Sigit berharap program pembinaan ini dapat lebih banyak melibatkan petani lainnya, sehingga akan lebih banyak petani yang mendapatkan manfaat dari program ini.

Sebagai informasi, saat ini ada penambahan 6 petani yang bergabung dalam program pembinaan ini. Keenam petani tersebut telah melakukan penanaman bibit jahe merah sesuai dengan ilmu yang diberikan YDBA maupun PT Bintang Toedjoe. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here