Home Lingkungan Hidup Peringatan Sumpah Pemuda, Momentum Generasi Muda Atasi Krisis Iklim

Peringatan Sumpah Pemuda, Momentum Generasi Muda Atasi Krisis Iklim

17
0
Pexels-photo | Dio Hasbi Saniskoro
Pexels-photo | Dio Hasbi Saniskoro

MARKOMINDONESIA – Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh hari ini, UNDP Indonesia bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam, menyerukan agar generasi muda Indonesia bersatu untuk mengambil aksi lebih kuat dalam memerangi krisis iklim, terutama memperluas akses energi bersih di daerah terpencil Indonesia.

Seruan tersebut disampaikan di acara bulanan UNDP virtual SDG Talks yang bertajuk “Apa yang bisa Kaum Muda Lakukan untuk Memperluas Akses Energi Bersih”. Acara ini merupakan forum diskusi anak muda dari seluruh Indonesia terkait isu pengentasan kemiskinan dan perubahan iklim melalui agenda Sustainable Development Goals (SDG).

Menurut Sophie Kemkhadze, Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia, akses energi, terutama energi bersih bebas emisi, untuk seluruh lapisan masyarakat Indonesia merupakan salah satu kunci untuk mengatasi ketimpangan di Indonesia, terutama di tengah pandemi COVID-19 dimana akses listrik untuk teknologi amat sangat dibutuhkan,

”Saatnya bagi kita menargetkan kelompok komunitas rentan di daerah yang sulit dijangkau di Indonesia, untuk memastikan, misalnya, akses pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bagi anak perempuan dan laki-laki, sehingga bisa keluar dari kemiskinan,” ujar Sophie

UNDP Indonesia bersama Kementerian ESDM dan didukung oleh Pemerintah Korea melalui Badan Hibah Korea Selatan, KOICA melalui proyek ACCESS telah melakukan misi untuk memperluas jangkauan akses energi bersih dari tenaga surya ke desa-desa yang berada di Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Tengah.

Lee Jeong Wook selaku Wakil Direktur KOICA Indonesia, dalam sambutannya menyampaikan, “KOICA telah bekerjasama dengan UNDP Indonesia dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama tujuan 7, 10, 13, lewat proyek ACCESS. Lewat forum diskusi kali ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih terutama lewat upaya bersama dalam mencapai akses energi bersih yang terjangkau dan bagi masyarakat Indonesia.”

Menurut Kementerian ESDM, rasio elektrifikasi Indonesia tercatat mencapai 99,80 persen pada tahun 2020. Dalam 6 tahun terakhir rasio elektrifikasi meningkat 14,85 persen dari tahun 2014. Tahun ini, Kementerian ESDM Menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 100%.

UNDP_image__HARI SUMPAH PEMUDA_event
UNDP_image__HARI SUMPAH PEMUDA_event

Saat ini ada 83,000 desa di seluruh Indonesia, namun belum semua masyarakat menikmati akses energi 24 jam. Teknologi Energi Baru Terbarukan (EBT) pada masa lalu merupakan opsi yang jauh dari realita karena biaya yang cukup tinggi. Namun saat ini, teknologi EBT memberikan peluang bagi masyarakat dari daerah-daerah pelosok di Indonesia untuk menikmati listrik yang lebih berkualitas.

Konten kreator Jovial Da Lopez juga menyebutkan aksi nyata generasi muda Indonesia, “Anak-anak muda Indonesia memiliki energi yang besar untuk turut serta dalam pencapaian TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Sebagai kreator konten, saya punya ketertarikan untuk membangun dunia pendidikan di Indonesia Timur dan dukungan dari anak-anak muda sangat besar menunjukkan kepedulian dan aksi nyata generasi muda di Indonesia.”

Pandu Ismutadi, S.T., M.Ak selaku Koordinator Implementasi Pengembangan Aneka Energi Baru Terbarukan EBTKE, menyampaikan optimisme bagi akses energi ke depannya. Pandu menyebutkan, “Kita perlu optimis melihat Indonesia dengan potensi energi seperti energi surya dari matahari, ataupun energi yang dihasilkan dari angin dan air. Berbagai universitas di Indonesia juga menjadi solusi terkait pengembangan inovasi dan penelitian untuk penerapan EBT di Indonesia.“

Akses energi berhubungan erat dengan kemiskinan, karena banyak fasilitas umum hanya bisa dinikmati dengan ada nya listrik. Seperti misalnya akses pendidikan maupun kesehatan. Akses pendidikan di masa pandemi saat ini, misalnya, membutuhkan teknologi pengajaran jarak jauh. Demikian juga akses kesehatan yang lebih memadai melalui sumber energi yang bisa diakses kapanpun.

“Kita mempunyai kekuatan dan ketaguhan dari anak-anak muda untuk bisa membawa perubahan dari segi energi terbarukan,” pungkas Manager Project ACCESS, Mathilde Sari Gokmauli. |WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here