Home CSR Ramadan Tiba di Tengah Pandemi Covid-19: Inilah Kiat Mengantisipasi Krisis dan Menciptakan...

Ramadan Tiba di Tengah Pandemi Covid-19: Inilah Kiat Mengantisipasi Krisis dan Menciptakan Peluang Usaha Berbekal Data

76
0
A Cup of Moka - Bantu UKM Hadapi Pandemik COVID-19 di Bulan Ramadan, Moka Berbagi Tren Data dan Strategi Bisnis/IST

MARKOMINDONESIA – Penyebaran COVID-19 untuk jutaan masyarakat di seluruh dunia. Nyata datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini jadi terasa berbeda. Ramadhan yang semakin meningkat bulan yang lalu yang semakin meningkat yang dikeluarkan oleh konsumen, karena pandemik COVID-19 yang mendisrupsi ekonomi, bisnis, dan juga yang berhubungan dengan konsumen, maka para pengusaha yang mendukung perlu ditingkatkan, agar bisa melihat peluang untuk perkembangan usaha yang lebih baik.

Dus, Moka, startup penyedia layanan kasir digital di Indonesia, melalui platform edukatifnya, Secangkir Moka (ACOM) menyediakan tiga prioritas utama untuk bisnis, yaitu tradisi belanja industri F&B, ritel dan jasa di bulan Ramadhan, antisipasi & strategi merek di tengah krisis COVID-19, dan perubahan perilaku konsumen yang menggunakan COVID-19.

Dampak COVID-19 terhadap Bisnis

Bepergian empat bulan sebelum bulan Ramadan, mentransfer COVID-19 telah membawa gangguan besar dalam dunia usaha. Pada industri F&B, Moka mencatat terjadi penurunan pendapatan harian hingga 40%. Selain itu, penjualan masker meningkat lima kali lipat, dan penjualan pembersih tangan meningkat lima kali lipat pada bulan Maret 2020, dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Juga, layanan pesan antar meningkat hingga 30% pada pertengahan April.

Secangkir Moka – Bantu UKM Hadapi Pandemik COVID-19 di Bulan Ramadan, Moka Berbagi Tren Data dan Strategi Bisnis / IST

Lalu bagaimana menyiapkan makanan di Ramadhan 2020 ini? Bulan Ramadhan tidak lepas dengan sajian makanan dan persiapannya. Memasak sendiri dengan resep rumah tradisional menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin untuk berbuka dan sahur. Terlebih lagi dalam masa pandemi ini, orang enggan keluar rumah. Menurut Hutami Nadya, Analis Data Moka, pelaku usaha harus memanfaatkan masyarakat yang sedang giat-giatnya memasak sendiri di rumah dengan menjual bahan baku siap masak. Selain itu, para pemilik bisnis dapat menyediakan layanan pesan antar untuk setiap produk yang dijual untuk kenyamanan pelanggan.

Selain waktu berbuka, sahur juga disetujui menjadi waktu primadona bagi para pelaku usaha.Dengan bantuan aktivitas dalam kerangka menyiapkan makanan sahur, para pengusaha dapat membuat ini sebagai peluang. Data internal Moka memilih konsumen memilih untuk membeli santapan sahur pada waktu membeli imsak (jam 4-5 pagi), dengan rata-rata pembelian lima produk (hidangan kelompok). Terbukti juga dengan jumlah gerai yang diperbaiki antara jam 2-4 pagi meningkat sebanyak 67% di bulan Ramadhan. Menyediakan makanan siap masak di selai ini bisa menjadi peluang dan peluang bagi usaha.

Sementara, jika berbicara tentang menu santapan sahur, makanan praktis dan menjadi pilihan favorit konsumen, dan minuman kopi, cobalah makan beberapa jam setelah berbuka. Menu santapan lain yang selalu ada di setiap bulan Ramadhan, adalah kue kering. Menurut data penjualannya, jenis kue kering yang paling populer adalah kue nastar, yang terjual sebanyak 171.000 buah, disusul dengan kue putri salju (48.000 buah), dan kue stik keju (13.000 buah).

Bagaimana dengan edukasi belanja konsumen di industri ritel? Selain industri F&B, Peningkatan aktivitas pembelian konsumen juga terjadi di industri ritel. Moka dibatalkan, pada industri ritel, terjadi peningkatan jumlah transaksi sebesar 34%, dan Peningkatan pendapatan sebesar 50% per bulannya menjelang Ramadhan.

Lantas, bagaimana kebiasaan belanja konsumen khusus Muslim menuju bulan Ramadhan? Ternyata, konsumen lebih memilih pembelian khusus produk-produk yang terkait dengan bulan Ramadhan, salah satunya, produk busana. Tunik, jilbab, dan gamis, merupakan tiga jenis produk yang paling laku di bulan Ramadhan. Para pelaku bisnis dapat memberikan promo di tiga item favorit ini, mengingat konsumen hanya akan membeli barang-barang penting selama bulan Ramadhan.

Kapan belanja konsumen memuncak? Berdasarkan data internal Moka, setiap minggu menuju Ramadhan, total barang yang terjual semakin meningkat, memilih konsumen yang memilih menit terakhir belanja khusus di ritel. Hari Sabtu merupakah hari favorit untuk belanja, sedangkan jam paling sibuk adalah waktu yang dibutuhkan berbuka puasa. Terakhir, Hutami Nadya memberikan wawasan tentang masa depan pandemi ini, beberapa produk menjadi sangat laku, seperti topeng kain.

“Kreasikan juga bahan sisa atau produk lama menjadi produk-produk yang sangat laku di masa depan seperti topeng kain”, paparnya.

Secangkir Moka – Bantu UKM Hadapi Pandemik COVID-19 di Bulan Ramadan, Moka Berbagi Tren Data dan Strategi Bisnis / IST

Sedangkan strategi untuk industri jasa bagaimana? Berbeda dengan industri F&B dan ritel, industri menjadi sorotan mengingat layanannya tidak berwujud dan harus dilakukan secara langsung. Sebagai strategi, Hutami Nadya, meminta izin pemilik usaha di bidang layanan dapat melakukan promo penawaran bayar-ke depan di mana konsumen dapat membeli kupon / voucher dengan nominal tertentu untuk ditukarkan nanti setelah mendapat kembali kondusif. Dengan kata lain, sistemnya terdiri dari membeli produknya sekarang, untuk menghadirkan nanti.

Untuk mendorong semangat #MajuDenganBerbagi di masa sulit ini, Moka dibuka dengan donasi bersama KitaBisa di laman kitabisa.com/membantuusahakecil dan mengajak masyarakat luas untuk membantu membantu menyelamatkan makhluk hidup, seperti bakteri, pedagang keliling, dan warung kecil yang perlu ditanggapi COVID -19. | WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here