Home Budaya Sosialisasikan Kebijakan Ekonomi dan Kesehatan di Era Pandemi, Pemerintah Gandeng Seniman

Sosialisasikan Kebijakan Ekonomi dan Kesehatan di Era Pandemi, Pemerintah Gandeng Seniman

32
0
Gelaran pertunjukan rakyat Topeng Betawi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pertunjukan rakyat yang rutin digelar oleh KPC-PEN dan Kementerian Kominfo RI/IST
Gelaran pertunjukan rakyat Topeng Betawi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pertunjukan rakyat yang rutin digelar oleh KPC-PEN dan Kementerian Kominfo RI/IST

MARKOMINDONESIA – Pandemi Covid-19 “memukul” seniman dan pekerja seni. Bagi mereka, kehadiran pandemi ini ibarat hantaman telak berkali-kali. Selain harus menghadapi krisis kesehatan, karena virus ini mematikan, mereka juga menghadapi krisis ekonomi yang tak kalah seram. Roda ekonomi berhenti, membuat penghasilan mereka seret bahkan terhenti.

Pasalnya, dalam situasi pandemi, pemerintah tentunya melarang setiap kegiatan yang bisa mengundang atau menghadirkan kerumunan, termasuk kegiatan seni. Padahal, kegiatan atau pentas seni selain ruang ekspresi seniman dan pekerja seni, juga tempat mencari nafkah mereka. Oleh karena itu, perlu ada program jangka menengah dan panjang untuk memperbaiki ekosistem seni budaya dalam situasi pandemi ini.

Oleh karena itu, Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) terus berupaya untuk membantu semua masyarakat yang terdampak pandemi, termasuk kelompok pekerja seni dan seniman untuk tetap bisa bertahan dan bangkit menghadapi pandemi, di antara dengan membuat skema dana jaring pengaman sosial dan terus menciptakan ruang-ruang untuk mereka berkarya.

Salah satu upaya membangun ruang untuk para seniman berkarya dilakukan KPC-PEN dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dengan menggelar Pertunjukan Rakyat (Pertunra) bertajuk Topeng Betawi dengan lakon Jage Keluarge, Jage Tetangge, Jage Negare. Pertunjukan rakyat ini berlangsung di studio Lembaga Kebudayaan Betawi, Jakarta Selatan, Sabtu (24/04) sore dan disiarkan secara langsung melalui layanan digital streaming Youtube.

Gelaran Topeng Betawi ini melibatkan para seniman Betawi, bintang tamu Ajul Jiung, dan Sanggar Sinar Jaya. Selain itu, turut menghadirkan sejumlah narasumber seperti Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dr. Widyastuti, MKM dan Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo DKI Jakarta, Nuning Septarida.

Menurut Kepala Dinkes Pemprov DKI Jakarta, Widyastuti, saat ini pemerintah pusat, khususnya di Pemprov DKI Jakarta tetap berusaha keras memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan terus melakukan penerapan protokol kesehatan 3 T (Testing, Tracing, Treatment). “Itu dari pemerintah, kami juga terus mengampanyekan agar masyarakat tidak pernah bosan untuk melakukan 5 M, yakni mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ujarnya

Widyastuti juga menambahkan, selain melakukan protokol kesehatan, 3 T dan 5 M, pemerintah sejak awal 2021 ini terus menggalakkan proses vaksinasi massal. Untuk di Pemprov DKI Jakarta, kata Widyastuti, saat ini tercatat sudah 1.7 juta warga yang sudah divaksinasi. “Kami terus akan meningkatkan angka vaksinasi di DKI Jakarta, begitu juga pastinya di daerah-daerah lainnya,” ujarnya.

Pandemi COVID-19 selain berdampak pada kesehatan dan ekonomi, juga turut melahirkan fenomena disinfodemi atau hoaks terkait pandemi COVID-19. Disinfodemi ini dapat menyebabkan kontra produktivitas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Bidang Komunikasi Publik Dinas Kominfo DKI Jakarta, Nuning Septarida.

Menurut Nuning, disinfodemi sangat berbahaya jika dibiarkan dalam situasi saat ini. Pasalnya masyarakat merasa tidak punya sumber rujukan yang pasti dan benar mengenai pandemi ini. “Oleh karena itu setiap informasi yang diterima harus kita pilah. Selain itu, jika tidak ditangani dengan baik, masyarakat akan berlarut-larut dalam kecemasan dan ketakutan yang disebabkan oleh distorsi informasi terkait COVID-19 dan kondisi perekonomian nasional,” ujarnya.

Gelaran pertunjukan rakyat Topeng Betawi merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pertunjukan rakyat yang rutin digelar oleh KPC-PEN dan Kementerian Kominfo RI. Pertunjukan rakyat diharapkan mampu memberikan pemahaman masyarakat mengenai program dan kebijakan pemerintah. Penyampaian informasi dan pesan yang baik dan memanfaatkan kesenian dapat menghibur sekaligus mengedukasi masyarakat.|WAW-MARKOM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here