Home CSR Turut Berduka dengan Membantu Meramal

Turut Berduka dengan Membantu Meramal

21
0

MARKOMINDONESIA – Hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Sungai Aare, Swiss,  tentunya ramai diberitakan oleh media. Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril ini dikabarkan hilang terseret arus sungai pada Kamis, 26 Mei 2022 pukul 10:00 waktu Swiss, yang kemudian dilakukan pencarian oleh polisi air. Kabar menyedihkan ini tentunya segera diberitakan pada seluruh media dan menyebar begitu cepat.

Banyak sekali masyarakat Indonesia yang terkejut. Sebagai manusia yang memiliki rasa simpati dan empati, tentunya masyarakat sangat bersedih dan sangat ingin membantu. Saya yakin apabila hal ini terjadi di sungai Indonesia, akan sangat banyak yang rela membantu menyisir sungai. Namun karena peristiwa ini terjadi di luar negeri, maka yang bisa warga Indonesia bantu hanyalah dengan membantu mendoakan agar Eril segera ditemukan dan dalam kondisi yang baik.

Begitu pula dengan Rara Isti Wulandari atau yang dikenal sebagai ‘Mbak Rara Pawang Hujan’. Mbak Rara sebagai warga Indonesia turut bersedih dan ingin membantu. Namun, Mbak Rara memiliki cara yang berbeda untuk ‘membantu’. Mbak Rara yang seorang indigo dan memiliki hobi meramal tarot ini menggunakan kemampuannya untuk meramal bagaimana Eril akan ditemukan.

Proses meramal dan penjelasan hasil ramalan pun diposting dalam bentuk video pada akun Instagram pribadi Mbak Rara. Singkatnya, hasil ramalan dari Mbak Rara adalah Eril akan ditemukan, akan tetapi dalam kondisi sudah meninggal. Mbak Rara sendiri juga berharap agar ramalannya kali ini meleset. Tentunya hal ini menuai banyak sekali pro kontra dari masyarakat. 

Kekecewaan masyarakat dapat dilihat jelas dari komentar-komentar pada postingan video meramal Mbak Rara. Kekecewaan yang disampaikan oleh masyarakat pun beragam. Ada sebagian masyarakat yang kecewa karena hasil ramalan yang tidak baik, namun mereka mempercayai ramalan tersebut dan berdoa agar ramalan kali ini meleset.

Ada juga kekecewaan yang timbul karena sangat menyayangkan sikap Mbak Rara dalam bertindak yang dirasa tidak pantas dan tidak menghormati karena dianggap tidak sopan.

Apalagi video ramalan ini dilakukan dan diposting saat Eril masih dalam status menghilang. Meski respon dari pihak keluarga, Elpi Nazmuzaman adik kandung Ridwan Kamil, menganggap hal ini sebagai bentuk perhatian terhadap Ridwan Kamil dan enggan mengambil pusing, Elpi tetap menegaskan bahwa pihak keluarga hanya berpedoman terhadap syariat Islam dan cara kerja profesional sebagai bentuk ikhtiar dengan berkata “Kami tidak mau memasuki ke dalam hal kami tidak ketahui syariat. Kami hanya mengikuti panduan sesuai keyakinan yang kami miliki yaitu akidah dan ajaran Islam,” kata Elpi. Sesuai dengan ucapan adik Ridwan Kamil, apa yang dilakukan Mbak Rara tidak sesuai dengan syariat islam, agama yang diimani oleh Ridwan Kamil dan keluarga.

Pengetahuan bahwa agama islam memiliki salah satu syariat untuk tidak mempercayai hal ghaib tentunya merupakan pengetahuan umum yang sudah diketahui masyarakat baik yang beragama muslim dan non-muslim.

Rahmat Syafei, ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar juga memberi tanggapan dengan menghimbau masyarakat untuk tidak mempercayai dan memberi panggung paranormal yang meramal kondisi Eril dengan berkomentar membenarkan ramalan paranormal, karena dalam pandangan agama, paranormal adalah perdukunan dan ada fatwa haram mengenai mendengarkan peramalan. 

Jika didasarkan pada 3 rujukan yang digunakan dalam merespons suatu stimulus yang dihadapi menurut Sherif & Hovland (1961) dalam teori penilaian sosial, saya rasa kondisi ini dapat dikatakan termasuk dalam latitude of rejection atau rentang penolakan. Dapat dikatakan begitu karena persepsi komunikator (Mbak Rara), berbeda dengan persepsi audiens atau masyarakat. Maka dari itu apa yang disampaikan Mbak Rara tidak bisa diterima oleh  seluruh masyarakat.

Salah satu faktor hal ini terjadi juga karena kredibilitas Mbak Rara yang tidak dapat dijamin kebenarannya. Karena, terlepas dari benar atau tidaknya prediksi bahwa Eril akan segera ditemukan dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal, informasi yang Mbak Rara berikan adalah hasil ramalan, sedangkan hasil ramalan bukanlah berupa data nyata yang bisa dipertanggungjawabkan melainkan hanya sang paranormal yang mengetahui kebenarannya dan hasil ramalan setiap paranormal pun kerap berbeda sehingga tidak masuk akal rasanya untuk mempercayai hasil ramalan paranormal.

Maka dari itu wajar bagi saya apabila banyak yang mengecam tindakan Mbak Rara. Walaupun berniat membantu, rasanya juga tetap kurang sopan jika Mbak Rara melakukan hal yang menentang kepercayaan yang dianut oleh keluarga Ridwan Kamil. Turut mendoakan yang terbaik dengan kepercayaan masing-masing dan berkomentar dengan bijak pada media sosial merupakan hal terbaik yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat Indonesia yang turut berduka cita dengan terjadinya kejadian ini.

Terjadinya hal ini memang bukanlah masalah yang besar, namun di era digital ini tentu informasi dapat tersebar dengan lebih luas dan lebih cepat. Pengguna media sosial juga memiliki persepsinya masing-masing terhadap sesuatu. Kita memang tidak bisa menyesuaikan apa yang kita posting dengan keyakinan, kemauan, dan kesukaan semua orang. Namun, dalam hal menghindari konflik, apalagi di suasana yang berduka, ada baiknya kita memposting hal-hal yang bersifat netral dan sekiranya tidak memancing keributan.

Seperti pada kasus ini, saya rasa Mbak Rara tentunya tahu bahwa tidak semua audiens bisa menerima hal sejenis tarot, ramalan, dan hal ghaib lainnya karena seperti saat beliau menjadi pawang hujan MotoGP Mandalika pun menuai beragam respon mulai dari yang bersikap netral, mempercayai, meremehkan, serta mentertawakan dan menganggapnya kebetulan. Namun perlu diingat bahwa beliau selalu menekankan bahwa alasan beliau meramal keberadaan Eril murni karena ingin membantu dan tidak ada maksud apapun.

Amira Zahra Benita, Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here